Pilgub Jatim 2018

Pesan 'Tersembunyi' Soekarwo untuk Pemimpin Penerusnya

Amaluddin    •    Minggu, 08 Oct 2017 17:20 WIB
pilkada 2018
Pesan 'Tersembunyi' Soekarwo untuk Pemimpin Penerusnya
Gubernur Jatim Soekarwo menyerahkan Gunungan kepada dalang Ki Anom Suroto, dok: istimewa

Metrotvnews.com, Surabaya: Pentas wayang kulit berlakon 'Kalimataya' digelar Gubernur Jawa Timur Soekarwo di kampung halamannya, Desa Palur, Kabupaten Madiun, Jumat malam 6 Oktober 2017. Lakon tersebut memiliki makna mendalam terkait kepemimpinan.

Lakon tersebut mengandung makna pemimpin harus membawa kebaikan. Pemimpin juga harus mampu membimbing generasi muda.

Penilaian itu disampaikan Direktur The Initiative Riset dan Survey, sekaligus Pengamat Politik asal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi. Airlangga mengamati Soekarwo memanfaatkan wayang kulit untuk menyampaikan pesan tersebut.

"Bila diamati, Soekarwo menginginkan pemimpin berikutnya berkomitmen melestarikan budaya, seperti wayang kulit," ungkap Airlangga kepada Metrotvnews.com, Surabaya, Minggu 8 Oktober 2017.

Budaya dan tradisi merupakan salah satu bentuk kejayaan di Jatim. Dalam lakon tersebut, kejayaan Prabu Kalimatoyo atau Yudhistira dilanjutkan oleh turunannya yaitu Prabu Parikesit.

"Saya melihat ini merupakan kode kultural yang sangat dalam dan penuh makna atau arti yang ingin disampaikan kepada publik," ujar dosen Fisip Unair itu.

Menurut pengamatan Airlangga, Soekarwo menginginkan calon penerus kepemimpinan yang mampu menyejahterakan rakyat, jujur, dan amanah. Namun, Soekarwo belum menemukan sosok dengan syarat tersebut.

Dalam pagelaran itu, Soekarwo meminta Ki Anom Suroto sebagai dalang menceritakan lakon Kalimataya. Soekarwo berharap warga dapat menimba pesan dari lakon tersebut.

"Banyak pesan yang bermanfaat. Ki Anom mampu menyampaikan pesan atau petuah itu pada yang menonton," kata Soekarwo.

Soekarwo mengaku lakon Kalimatoyo memiliki makna mendalam terkait kepemimpinan. Pesannya adalah pemimpin baru harus membawa kebaikan dari pemimpin sebelumnya.

"Pemimpin harus mampu memimpin masyarakatnya tanpa gaduh. Pemimpin tidak boleh menjelekkan pemimpin sebelumnya," kata pria kelahiran Madiun itu.

Hingga berita ini dimuat, baru satu nama yang muncul sebagai kandidat kuat Gubernur Jawa Timur yaitu Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Kini, Gus Ipul menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim. Gus Ipul mendapat dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berkoalisi dengan PDI Perjuangan. 

Selain itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendaftar ke Partai Demokrat Jatim. Namun Khofifah enggan terbuka mengenai rencananya itu.

Sementara itu, Soekarwo menjabat sebagai Gubernur Jatim dalam dua periode terakhir. Ia mulai menjabat sebagai Gubernur Jatim pada 2009 dan berpasangan dengan Gus Ipul. Pada Pemilihan Gubernur 2014, pasangan tersebut kembali menang. 

 


(RRN)