Tersangka Jual Beli Aset BUMD Jatim Disidang di Pengadilan Tipikor

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 29 Nov 2016 15:38 WIB
dahlan iskan
Tersangka Jual Beli Aset BUMD Jatim Disidang di Pengadilan Tipikor
Wisnu Wardhana menjalani sidang perdana kasus jual beli aset PT PWU, Ant - Umarul Faruq

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jawa Timur, menggelar sidang perdana kasus penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) pada Selasa 29 November. Sidang menghadirkan mantan Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana sebagai terdakwa.

Sidang berlangsung mulai pukul 11.00 WIB selama kurang lebih 15 menit. Wisnu menghadiri sidang bersama kuasa hukumnya di ruang Cakra.

Agenda sidang jaksa penuntut umum membacakan dakwaan. Isi dakwaan yaitu Wisnu didakwa dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. 

Majelis hakim menerima dakwaan. Wisnu dan kuasa hukum juga tidak mengomentari dakwaan.

"Bila ada keberatan dan penolakan, silakan ajukan di sidang eksepsi. Untuk selanjutnya, sidang lanjutan digelar pekan depan, Selasa 6 Desember," kata Ketua Majelis Hakim Tahsin.

Usai sidang, petugas lalu membawa Wisnu ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Medaeng Sidoarjo. Ia menghuni sel di Lapas itu sejak 6 Oktober 2016.

Wisnu didakwa atas kasus dugaan korupsi penjualan aset milik PT PWU, perusahaan yang dikelola sebagai Badan Umum Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jatim. Saat jual beli aset di Kediri dan Tulungagung, Wisnu menjabat sebagai Ketua Pelaksana Pelelangan Aset milik PT PWU pada 2002-2003.

Dalam pemeriksaan, Wisnu membantah dugaan tersebut. Sebab proses lelang dan penjualan aset PT PWU sesuai prosedur.

Baca: Tersangka Wisnu Tegaskan Penjualan Aset PT PWU Disetujui Direksi

Sebelum Wisnu, Pengadilan Tipikor juga menggelar sidang kasus serupa dengan menghadirkan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Namun sidang ditunda hingga pekan depan. Alasannya, Dahlan belum menunjuk kuasa hukum untuk membelanya selama sidang.


(Dahlan Iskan di ruang sidang Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo, MTVN - Hadi)

"Karena hingga saat ini, kami belum menerima berkas dakwaan yang lengkap," kata Dahlan di depan majelis hakim.

Pada 27 Oktober, Kejaksaan Tinggi Jatim menetapkan Dahlan sebagai tersangka kasus dugaan jual beli aset milik PT PWU. Kejati menilai Dahlan bertanggung jawab dalam jual beli aset di Tulungagung dan Kediri.

Sebab, saat transaksi terjadi, Dahlan menjabat sebagai Direktur Utama PT PWU. Lalu Kejati menempatkan Dahlan di Lapas Klas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

Baca: Alasan Kejati Jatim Tetapkan Dahlan Iskan Tersangka

Beberapa hari mendekam di sel, Dahlan Iskan keluar dari sel. Keluarga mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap Dahlan dengan alasan kesehatan. Sejak itu, Dahlan berstatus sebagai tahanan kota.

Video Dahlan Iskan menjadi tahanan kota:




(RRN)