Selain Banjir, Puting Beliung Jadi Ancaman di Sidoarjo

Syaikhul Hadi    •    Senin, 21 Nov 2016 19:27 WIB
bencana banjir
Selain Banjir, Puting Beliung Jadi Ancaman di Sidoarjo
Sebuah rumah di Kecamatan Waru, Sidoarjo, terendam banjir, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Banjir masih menjadi masalah di Sidoarjo, Jawa Timur. Sebab, banjir menghampiri Kota Delta itu hampir setiap tahun.

Hal itu disampaikan Kepala BPBD Sidoarjo, Dwijo Prawito. Dia mengungkapkan beberapa bencana yang kerap terjadi di Sidoarjo. Selain banjir, bencana lain yaitu puting beliung.

"Kalau longsor hampir enggak ada di sini," ujar Dwijo saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/11/2016). 

Banjir menjadi masalah kompleks. Cuaca ekstrem mengakibatkan ancaman banjir tak bisa diprediksi.

"Yang awalnya tempat ini enggak banjir, bisa jadi banjir. Begitu juga sebaliknya. Karena cuacanya itu yang sulit di prediksi," katanya. 

Meski begitu, pihaknya menyadari penanganan banjir tak harus menunggu saat banjir itu datang. Pihaknya lebih mengutamakan pencegahan daripada menangani persoalan banjir. Karena hampir setiap tahun banjir selalu menghantui kota delta di saat musim hujan. 

Ada beberapa alasan mengapa banjir tak pernah teratasi. Misalnya penataan kota tak optimal, sampah menumpuk, dan pertambahan industri serta pemukiman. Dia menjelaskan banyak lahan pertanian yang berubah fungsi.

"Padahal area pertanian mampu menyerap air. Tapi karena banyak perubahan, jadinya penyerapan air tak bisa maksimal," lanjut Dwijo.

Bukan tidak mungkin banjir itu kerap datang. Karena ada beberapa sungai besar yang ada di kawasan Sidoarjo. Seperti Sungai Buntung yang terletak di kawasan Sidoarjo Utara. Sungai Sidokare dan Sungai Ketapang yang terletak di Kawasan Sidoarjo selatan. 

"Karena kawasan yang berdekatan dengan sungai itu yang rawan terjadinya banjir. Seperti Krian, Taman, Waru, dan Gedangan," tandasnya. 

Terakhir, banjir besar terjadi di kawasan Trosobo kecamatan Taman Sidoarjo pada Oktober lalu. Bahkan, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul mendatangi langsung kawasan tersebut. 

Dari hasil pengamatan Gus Ipul, telah ditemukan beberapa faktor terjadinya banjir dikawasan tersebut. Yakni penyempitan sungai, volume air meningkat, bahkan banyaknya pembangunan permukiman maupun perindustrian yang ada di Sidoarjo.


(RRN)