Rumah Rusak Akibat Gempa Tercatat 43 Unit

Amaluddin    •    Kamis, 17 Nov 2016 15:35 WIB
gempa
Rumah Rusak Akibat Gempa Tercatat 43 Unit
Petugas mencatat melalui alat pengukur gempa seismometer digital, di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofika, Stasiun Geofisika III Karangkates, Malang, Jawa Timur, Kamis (9/6). Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto

Metrotvnews.com, Surabaya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur telah mendata jumlah kerusakan rumah di wilayahnya akibat gempa 6,2 skala ritcher yang berpusat di Malang, Rabu malam 17 November 2016. Hingga saat ini tercatat ada 43 rumah warga di Jatim rusak ringan, sedang, dan berat.

"Sebanyak 43 rumah itu tersebar di Kabupaten Malang dan Jember. Di Malang ada 39 rumah dan di Jember ada empat rumah," kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Sudarmawan, Kamis (17/11/2016).

Menurut Darmawan, Malang paling terdampak karena pusat gempa berada di sana. "Gempa tadi malam berdampak pada puluhan rumah di empat kecamatan di Malang," katanya.

Rinciannya, sebanyak 12 rumah rusak ringan di Kecamatan Dampit. Sebuah rumah masing-masing di Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Turen, dan Kecamatan Sumberpucung mengalami rusak sedang dan berat. 

"Rumah yang rusak paling berat adalah milik Markuat warga RT 12 RW 02, Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran. Sedangkan sisanya rusak sedang dan ringan," kata dia.

Di Jembar, BPBD Jatim belum menerima laporan rinci mengenai kerusakan empat rumah. Namun, dipastikan  satu rumah mengalami rusak berat, yakni milik Hasan warga Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang. Rumah berukuran 6x8 meter roboh total, perabot rumah tangga, dan satu sepeda motor rusak berat. 

Rabu, 16 November 2016, sekira pukul 22.25 WIB, gempa mengguncang beberapa wilayah di Jatim dan sekitarnya. Keterangan BMKG, pusat gempa terjadi di 127 kilometer tenggara Kabupaten Malang dengan kedalaman 69 kilometer.

Guncangan gempa juga terjadi di 136 kilometer barat daya Kabupaten Lumajang, 142 kilometer barat daya Kabupaten Jember, 232 kilometer tenggara Kota Surabaya, dan 782 kilometer tenggara Jakarta.



(UWA)