Peracik Miras di Surabaya Ditangkap

Antara    •    Selasa, 24 Apr 2018 18:48 WIB
miras oplosan
Peracik Miras di Surabaya Ditangkap
Ilustrasi minuman keras ilegal. Foto: Antara/Asep Fathulrahman

Surabaya: Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menangkap dua peracik minuman keras mematikan, masing-masing berinisial KS dan SM, warga Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur. Keduanya yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Dari kedua tersangka, disita 23 galon alkohol dengan kadar 95 persen dan 35 kardus berisi ratusan botol minuman keras siap edar," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Roni Faisal Saiful kepada wartawan di Surabaya, Selasa, 24 April 2018.

Baca: 4 Orang Tewas di Surabaya Akibat Miras

Roni bilang, kedua tersangka meracik minuman keras dari bahan alkohol 95 persen, yang dicampur air putih sulingan dengan perbandingan 1:5, yang dikemas ke dalam botol bekas air mineral tanpa label, masing-masing berukuran 600 mililiter dan 1.500 mililiter.

Minuman keras dalam kemasan botol 600 mililiter kemudian dijual seharga Rp25 ribu, sedangkan kemasan 1.600 mililiter dijual seharga Rp50 ribu.

"Itu alcohol food atau alkohol untuk bahan makanan, yang mereka beli dari toko bahan kimia. Kami sedang selidiki bagaimana bisa dijual bebas sehingga dengan mudahnya dapat digunakan oleh para tersangka untuk membuat minuman keras mematikan," ujar Faisal.

Minuman keras mematikan jenis ini, dalam catatan Polrestabes Surabaya telah menewaskan tiga orang korban warga Kota Surabaya selama sepekan terakhir.

Sedangkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya terdata telah merawat 13 orang yang diduga akibat mengonsumsi minuman keras mematikan.

"Mereka mengalami gejala yang sama, yaitu sesak nafas, mata kabur dan kejang-kejang, yang diduga akibat mengonsumsi minuman keras dengan kadar yang berlebihan," tutur Kepala Hubungan Masyarakat RSUD dr Soetomo dr Pesta Parulian saat dikonfirmasi wartawan di Surabaya.

Empat pasien di antaranya meninggal setelah mengalami metabolik hebat pada tubuhnya yang berujung pada kegagalan nafas. "Kami duga itu akibat keracunan minuman keras yang kadarnya mematikan," ucapnya.




(ALB)