Ketua Asosiasi Tebu dan Manager Pabrik Gula Jadi Tersangka Pungli Rp1,6 Miliar

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 07 Nov 2017 09:50 WIB
pungli
Ketua Asosiasi Tebu dan Manager Pabrik Gula Jadi Tersangka Pungli Rp1,6 Miliar
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Muhammad Suryono dan Manager Keuangan Pabrik Gula Krembung Dadang Retio saat digelandang ke Lapas Klas IIA Sidoarjo, Jawa Timur -- MTVN/Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Muhammad Suryono dan Manager Keuangan Pabrik Gula Krembung Dadang Retio ditetapkan sebagai tersangka dugaan pungli terhadap para petai tebu sebesar Rp1,6 miliar. Keduanya dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Sidoarjo.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, mereka langsung kami naikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka dan langsung kami tahan," kata Kasie Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sidoarjo Adi Harsanto di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin 6 November 2017.

Adi menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah ditemukan dua unsur alat bukti. Dalam perannya, kedua tersangka memanfaatkan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) para petani tebu.

"Ada beberapa modus yang mereka pakai. Pertama, SHU dari petani dipotong sampai terkumpul Rp1,1 miliar dan melakukan penarikan untuk kegiatan insidental senilai Rp500 juta," jelas Adi.

(Baca: Kantor Pabrik Gula Krembung Digeledah Terkait Pungli Rp1,6 M)

Menurut Adi, perbuatan tersebut dilakukan tersangka sejak 2015. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pengembangan dengan melakukan pemeriksaan para saksi.

Penahanan dilakukan agar tersangka tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Mereka akan ditahan selama 20 hari ke depan.

"Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru," lanjut Adi.

Kedua tersangka dijerat Pasal 2 dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 11 dan atau Pasal 12 huruf e UU Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 KUHP. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Sebelumnya, Tim penyidik Kejaksaan Negeri Sidoarjo menggeledah kantor Pabrik Gula Krembung di Sidoarjo pada 30 Agustus 2017. Penggeledahan dilakukan untuk mencari berkas dan dokumen untuk melengkapi bukti-bukti.


(NIN)