Bupati Sumenep Anggap Dugaan Korupsi PT WUS Bagian Masa Lalu

Rahmatullah    •    Kamis, 07 Dec 2017 18:57 WIB
kasus korupsi
Bupati Sumenep Anggap Dugaan Korupsi PT WUS Bagian Masa Lalu
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim - Medcom.id / Rahmatullah

Sumenep: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menetapkan dan menahan dua tersangka dugaan korupsi di tubuh PT Wira Usaha Sumekar (WUS). Tapi Bupati Sumenep, A Busyro Karim, menganggap dugaan korupsi itu merupakan bagian masa lalu, karena perusahaan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu dinyatakan sudah sehat.

"PT WUS sekarang sudah sehat. Tahun kemarin sudah nyumbang ke PAD sebanyak enam miliar," kata Busyro, Kamis 7 Desember 2017.

Dia juga menyebut PT WUS tahun ini akan menyumbang ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp6 miliar juga. Hal itu dianggap sebagai bentuk perusahaan tersebut sudah tidak bermasalah.

Selebihnya, Busyro menegaskan akan terus berupaya menyehatkan semua perusahaan yang termasuk BUMD, yakni BPRS, PT WUS, Sumekar Line dan PD Sumekar. Pengelolaan semua perusahaan tersebut saat ini diklaim sudah bagus, kecuali PD Sumekar. 

"PD Sumekar kita istirahatkan dulu. Kita akan mulai dari awal lagi," ungkapnya.

Sumekar Line awalnya juga kurang sehat, karena tiap tahun hanya menumpuk hutang. Tapi Busyro memastikan perusahaan yang bergerak di tranportasi laut itu kini sudah bagus.

Sebagai informasi, Kejati Jatim telah menahan dua tersangka dugaan kasus korupsi PT WUS. Mantan Direktur Utama PT WUS, Sitrul Arsy Musa'ie, ditahan pada Oktober lalu. Sitrul diduga menggelapkan dana Partisipating Interest (PI) sebesar Rp3,9 miliar. Tersangka lain yang juga ditahan pada Senin 4 Desember kemarin adalah mantan Kepala Divisi Keungan PT WUS, Taufadi. Dia diduga menggelapkan dana kas PT WUS sebesar Rp510 juta.

Dugaan korupsi ini awalnya ditangani Kejari Sumenep. Kejari pernah menggeladah kantor PT WUS pada pertengahan Februari lalu. Waktu itu, sejumlah dokumen penting dibawa, seperti laporan keuangan dan flash disk, termasuk tiga unit CPU. 

Puluhan saksi juga sudah dimintai keterangan terkait dugaan korupsi tersebut. Tapi Maret lalu, penanganan kasus tersebut diambil alih Kejati Jatim. 



(ALB)