Dokter Terduga Pelecehan Seksual di National Hospital Belum jadi Tersangka

Amaluddin    •    Kamis, 01 Feb 2018 19:26 WIB
pelecehan seksual
Dokter Terduga Pelecehan Seksual di National Hospital Belum jadi Tersangka
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur belum menetapkan dokter (RA) sebagai tersangka terkait dugaan pelecehan seksual terhadap calon perawat di National Hospital. Alasannya, Polda belum mengantongi dua alat bukti untuk menjerat dokter tersebut.

"Sampai saat ini masih diperiksa sebagai saksi terlapor (RA, red.). Kami masih akan melakukan pemeriksaan untuk mendapat keterangan sejumlah saksi ahli," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, di Surabaya, Kamis, 1 Februari 2018.

Menurut Barung, tim penyidik belum bisa menetapkan pelaku sebagai tersangka, selama belum mengantongi dua alat bukti terkait kasus tersebut. Polisi masih terus mendalami kasus itu, termasuk  memeriksa pihak manajeman National Hospital, IDI, dan beberapa saksi ahli lainnya.

"Tentu kami butuh keterangan baik dari pihak Manajeman National Hospital, IDI, seputar standar operasional prosesural (SOP) dalam pemeriksaan calon perawat," ujarnya.

Kasus dugaan pelecehan seksual diduga dilakukan oleh dokter RA kepada O saat proses tes masuk keperawatan. Korban yang baru saja lulus sekolah perawat mencoba melamar ke National Hospital Surabaya.

Saat tes kesehatan, korban diminta masuk ke ruang pemeriksaan medis. Saat pemeriksaan, korban diminta membuka baju, dan sempat meremas payudara dan memasukkan tangannya ke alat kelamin calon perawat tersebut.


(ALB)