Gelar Doktor Honoris Causa untuk Cak Imin Memenuhi Syarat

Amaluddin    •    Selasa, 03 Oct 2017 18:53 WIB
pendidikan
Gelar Doktor Honoris Causa untuk Cak Imin Memenuhi Syarat
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang ilmu sosiologi politik dari Universitas Airlangga -- MTVN/Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, bukan tanpa alasan memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Kata Rektor Unair, M. Nasih, pemberian gelar tersebut telah melalui prosedur dan memenuhi persyaratan baik akademik maupun administrasi.

"Hanya saja kebetulan dia (Cak Imin, red.) orang politik, itu di sisi lain. Tapi persyaratan secara akademik sudah dipenuhi, dan ini menurut kami sungguh luar biasa," kata Nasih, usai acara di Aula Garuda Mukti Unair, Selasa, 3 Oktober 2017.

Pihak Senat Akademik dan profesor sebagai promotor, kata Nasih, menilai Cak Imin telah banyak menelurkan pemikiran dan kebijakan. Bahkan menurutnya, pemikiran-pemikirannya secara umum sudah menjadi bagian dari bangsa Indonesia agar merawat dan mengelola keberagaman yang ada. 

"Secara akademik tidak ada satupun hal yang menghalangi pemberian penganugerahan honoris causa kepada beliau," katanya.

Baca: Cak Imin Dinilai Belum Pantas Terima Gelar Doktor Kehormatan

Menurut Nasih, sebagian besar pemikiran Cak Imin telah dituangkan ke dalam bentuk tulisan dan buku. Pihak universitas pun menilai buku-buku karyanya sebagian besar lebih baik dari disertasi. "Bahkan banyak doktor dan profesor yang hanya nulis buku saja," ujarnya.

Muhaimin Iskandar sendiri telah menerbitkan delapan buku. Tiga buku terakhir dijadikan dasar utama Unair dalam pemberian gelar doktor kehormatan dan kualitasnya dinilai tak kalah dengan kualitas produk akademik berupa disertasi. "Buku-bukunya bisa mengilhami semua orang untuk mengelola dan merawat Kebhinekaan Indonesia," katanya.

Baca: Cak Imin Janji Bangun Pusat Studi Multikulturalisme di Unair

Sementara terkait protes sejumlah akademisi mengenai kualifikasi Cak Imin, Nasih menilai wajar. Menurutnya, pantas atau tidaknya adalah relatif karena kontribusi bisa berupa sesuatu yang langsung atau tidak langsung melalui pemikiran-pemikirannya. 

"Saya pikir Indonesia tanpa PKB tidak akan sedamai sekarang. Inilah pemikiran dari Cak Imin," kata dia.



(ALB)