Kontributor Dipukuli, Panglima TNI Diminta Turun Tangan

Syaikhul Hadi    •    Senin, 03 Oct 2016 16:31 WIB
kekerasan
Kontributor Dipukuli, Panglima TNI Diminta Turun Tangan
Aksi jurnalis di Sidoarjo menentang kekerasan terhadap pekerja media, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Puluhan jurnalis menggelar aksi simpatik terkait kekerasan yang terjadi pada seorang wartawan di Madiun, Jawa Timur. Mereka mengecam tindak kekerasan terhadap pekerja yang media saat menjalankan tugas.

Aksi simpatik berlangsung di depan Monumen Jayandaru Alun-Alun Sidoarjo, Jawa Timur, Senin 3 Oktober. Mereka terdiri dari Persatuan Wartawan Indonesia dan Forum Wartawan Sidoarjo. 

"Kami, atas nama PWI Sidoarjo mengutuk keras atas tindakan semena-mena oknum TNI terhadap insan pers," kata Ketua PWI Sidoarjo, Abdul Rouf.

Rouf dan kawan meminta Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo turun tangan menindak anggota yang melakukan tindakan kekerasan tersebut. Mereka juga meminta pelaku mendapat sanksi sesuai hukum.

Pasalnya, kekerasan yang terjadi pada Sony Misdananto itu mengakibatkan korban mengalami lebam pada mata kiri dan shock. Rouf berharap tak ada lagi aksi kekerasan terjadi pada juru warta.

Kekerasan terjadi pada Minggu 2 Oktober. Sony merupakan kontributor Net TV yang sedang meliput konvoi Persatuan Setia Hati Teratai (PSHT) di Madiun.

Sony mengambil gambar konvoi menabrak pengendara yang berhenti di lampu lalu lintas. Saat itu, lampu lalu lintas berwarna merah. Pengendara berhenti. 

Lokasi kejadian tak jauh dari markas TNI. Tiba-tiba, sekelompok anggota TNI menyerang konvoi. Sony mengambil gambar kejadian tersebut namun beberapa orang menghampirinya.

Rouf mengatakan orang-orang itu lantas membawa Sony ke pos TNI di sekitar lokasi kejadian. Anggota TNI meminta kamera dari Sony. Semua gambar kejadian tersebut dihapus.

"Berbarengan dengan itu, wartawan (Sony) juga dipukuli," ungkap Rouf.

Sementara itu, Panglima TNI berjanji menindaklanjuti pemukulan yang dilakukan Batalion Infanteri Lintas Udara 501 Madiun tersebut. Ia juga menyebutkan mengupayakan perdamaian kedua pihak.

"Sanksinya saya tidak bisa sampaikan. Namun akan sesuai dengan hasil penyelidikan dan hukum," kata Panglima TNI.

Berikut video janji Panglima TNI menindaklanjuti pemukulan terhadap wartawan tersebut:




(RRN)