Kesadaran Hukum Indonesia Kalah dari Malaysia

Daviq Umar Al Faruq    •    Rabu, 21 Nov 2018 14:49 WIB
sadar hukum
Kesadaran Hukum Indonesia Kalah dari Malaysia
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat memberikan sambutan di Balai Kota Malang. Foto: Pemkot Malang

Malang: Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly menyebut tingkat kesadaran hukum sangat berkorelasi dengan kemajuan suatu negara. Semakin tinggi kesadaran hukum masyarakatnya, semakin maju negara tersebut.

"Itulah mengapa Jepang, Singapura, dan Tiongkok menjadi negara maju. Bahkan konsistensi penerapan hukum Malaysia lebih baik dari kita," kata Yasonna di Balai Kota Malang, Jawa Timur, Rabu 21 November 2018.

Pria kelahiran Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, ini mencontohkan kesadaran hukum di negara Singapura. Masyarakat di Negeri  Singa sangat patuh dengan aturan hingga dijuluki 'Negeri 1001 Larangan'.

"Singapura jangan ditanya, buang sampah sembarangan jadi masalah. Apalagi buang permen karet," ujarnya.

Yasonna berharap Indonesia dapat mencontoh kesadaran hukum dari negara maju lainnya. Masyarakat harus mulai sadar hukum dari hal yang terkecil, seperti menaati lampu lalu lintas di jalan raya.

Dia memberikan penghargaan Anubhawa Sasana 2018 desa/kelurahan sadar hukum di Jawa Timur. Penghargaan itu diberikan kepada sebanyak 112 desa/kelurahan dari 72 kecamatan dan 27 kabupaten/kota.

Kota Malang menjadi daerah penerima penghargaan terbanyak kedua di Jawa Timur. Sebanyak 25 dari 57 kelurahan menerima penghargaan desa/kelurahan sadar hukum.

Yasonna mengakui tidak mudah untuk menciptakan desa/kelurahan sadar hukum tersebut. Sejumlah aspek harus terpenuhi agar sebuah desa/kelurahan laik dapat penghargaan.

"Mulai dari akses informasi hukum, implementasi hukum, access to justice, dan akses dimensi regulasi," kata Yasonna.
(SUR)