JPU Tolak Semua Eksepsi Ahmad Dhani

Amaluddin    •    Kamis, 14 Feb 2019 13:36 WIB
ujaran kebencian
JPU Tolak Semua Eksepsi Ahmad Dhani
Ahmad Dhani Prasetyo saat menjalani persidangan kedua kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 14 Februari 2019. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menolak semua eksepsi atau pembelaan yang diajukan tim kuasa hukum Ahmad Dhani atas kasus ujaran kebencian. Alasan penolakan eksepsi Dhani dinilai tidak berdasar.

"Jadi, kami menolak semua poin eksepsi Ahmad Dhani. Karena dakwaan JPU sudah sesuai Undang-Undang (UU)," kata JPU Kejati Jatim, Rahmat Hari Basuki saat sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis, 14 Februari 2019.

Ada lima poin eksepsi yang ditolak JPU. Di antaranya berkas yang tidak diberi tanggal dalam dakwaan. Kemudian terkait penerapan pasal 27 ayat (3) sudah sesuai dengan undang-undang. 

"Dakwaan kami sudah diberi tanggal, dan diterima oleh panitera PN Surabaya. Semua dakwaan kami sudah sesuai UU," kata Rahmat.

Tak hanya itu, Rahmat juga menyinggung terkait aduan ujaran kebencian. Dia menilai bahwa yang melaporkan adalah subjek dari organisasi yang telah berbadan hukum.

"Dalam hal ini kita bicara bahwa organisasi tersebut berbadan hukum, dia bukan objek tapi ada subjeknya yaitu orang-orang yang ditunjuk sebagai ketua atau anggota itulah yang melaporkan," katanya.

Sidang kedua atas terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo berlangsung singkat. Sidang dengan agenda membaca tanggapan JPU terkait dakwaan Ahmad Dhani itu dimulai sekitar pukul 10.15 WIB, dan selesai pukul 11.30 WIB.

Polda Jatim menetapkan Ahmad Dhani Prasetyo sebagai tersangka kasus ujaran kebencian atau hate speech pada Kamis, 18 Desember 2018. Dhani dituduh mengucapkan ujaran kebencian dengan menyebut kelompok penolak deklarasi #2019 Ganti Presiden di Surabaya dengan kata-kata "Idiot".
 
Kata-kata idiot, diduga diucapkan Ahmad Dhani saat nge-vlog di lobi Hotel Majapahit Surabaya, Minggu, 26 Agustus 2018 lalu.


(DEN)