Di Mobil Polisi, Perampok Davidson Berusaha Merebut Pistol Petugas

Amaluddin    •    Selasa, 20 Jun 2017 18:56 WIB
perampokan di jakarta
Di Mobil Polisi, Perampok Davidson Berusaha Merebut Pistol Petugas
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti penyergapan perampok Davidson di Jawa Timur, MTVN - Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Polisi menembak SFL, pelaku perampokan yang menewaskan pengusaha Davidson Tantono di Jakarta Barat, hingga tewas. Sebab SFL berusaha merebut pistol saat polisi hendak membawanya menuju Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca: Eksekutor Perampokan Daan Mogot Tewas

Polda Metro Jaya memburu SFL hingga ke wilayah Jawa Timur. Senin siang, 19 Juni 2017, polisi menyergap SFL di sebuah lokasi di Blimbing, Banyuwangi. 

Lalu Selasa pagi, 20 Juni 2017, polisi membawa SFL dari Banyuwangi menuju Surabaya. Mereka menggunakan sebuah mobil. 

Di dalam mobil, SFL melawan. Ia berusaha merebut pistol polisi. Lantaran bertindak membahayakan, polisi melepaskan timah panas ke bagian dada SFL.

SFL lumpuh dan meninggal. Polisi lalu membawanya ke RSUD dr Soetomo untuk autopsi.

Demikian disampaikan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho saat menggelar konferensi pers di RSUD dr Soetomo Surabaya. Menurut Rudy, SFL merupakan otak dari perampokan yang terjadi pada 9 Juni 2017 di Daan Mogot, Jakarta Barat.

"SFL itu berperan sebagai kapten atau otak perampokan. Ia juga yang menembakkan senjata pada korban," kata Rudy.

Penembakan itu menewaskan korban bernama Davidson Tantono. SFL dan rekan-rekannya membawa kabur uang Rp300 juta yang diambil dari Davidson.

Dari penyergapan tersebut, Rudy mengatakan polisi menyita sejumlah barang bukti. Yaitu tiga ponsel bermerek Samsung, tiga ponsel Nokia, uang tunai Rp6 juta, dan jaket yang digunakan SFl saat beraksi.


(RRN)