Panglima TNI Akui Perintahkan Nonton G30S/PKI

Nurul Hidayat    •    Senin, 18 Sep 2017 15:59 WIB
sejarah bangsa
Panglima TNI Akui Perintahkan Nonton G30S/PKI
Panglima TNI (tengah) saat berziarah ke Pondok pesantren Tebuireng Jombang, MTVN - Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Jombang: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku memerintahkan internal untuk menonton film penumpasan Gerakan 30 September atau G30S/PKI. Ia beralasan agar prajurit TNI mempelajari sejarah.

"Saya perintahkan pada jajaran untuk menyetel film tersebut, tidak untuk mendiskreditkan siapa yang salah atau benar," kata Panglima TNI usai berziarah di Makam Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Senin 18 September 2017.

Tujuan pemutaran film untuk mempelajari sejarah. Agar, kejadian kelam di era 1960-an tak terulang.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengizinkan pemutaran film penumpasan G30S/PKI. Tjahjo tak mempermasalahkan pemutaran film di televisi-televisi nasional. Menurut Tjahjo, pemutaran film justru menjadi pengingat sejarah bagi generasi muda.

Baca: Mendagri Persilakan Pemutaran Film G30S/PKI

"Putar saja di stasiun televisi, tak maslaah," kata Menteri Tjahjo.

Film tersebut diproduksi pada 1984, tepatnya di masa pemerintahan Orde Baru. Adalah Arifin C Noer yang duduk di bangku sutradara dan penulis cerita. Alur cerita berdasarkan pada versi resmi pemerintah masa itu. 

G30S/PKI berkaitan dengan tindak tanduk Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965. FIlm menyebutkan PKI menculik beberapa jenderal besar di Jakarta. Para jenderal korban PKI dimasukkan ke sebuah sumur di Lubang Buaya. 

Pemerintah Presiden Soeharto kemudian membangun Monumen Pancasila Sakti di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Pembangunan monumen bertujuan memperingati perjuangan sejumlah jenderal yang tewas mempertahankan Pancasila.

Lihat video:




 


(RRN)