Polda Bali Akui tak Bisa Menindaklanjuti Kasus Munarman

Raiza Andini    •    Senin, 15 May 2017 17:40 WIB
fpi
Polda Bali Akui tak Bisa Menindaklanjuti Kasus Munarman
Kelompok massa di depan Mapolda Bali menuntut kepolisian menindaklanjuti kasus Munarman, MTVN - Raiza Andini

Metrotvnews.com, Denpasar: Polda Bali mengaku tak bisa menindaklanjuti kasus hukum yang menyeret pentolan Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Sebab, penyidik belum memeriksa Ahmad Hazan yang mengunggah video berisi pernyataan Munarman soal pecalang atau petugas keamanan adat Bali.

Hazan merupakan tersangka utama dalam kasus tersebut. Sedangkan Munarman berstatus sebagai tersangka turut serta.

"Kami dalam kasus ini menggunakan UU ITE, jadi belum bisa Munarman diproses dulu, hari yang mengunggah dulu yang diproses," terang Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja di Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Senin, 15 Mei 2017.

Poenyidik, lanjut Hengky, telah melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan ke kediaman Hazan. Namun, tak ada respon. Kemudian pada Februari lalu, penyidik menerbitkan surat edaran daftar pencarian orang (DPO) terhadap Hazan. 

Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Bali AKBP Rudy Setyawan menjelaskan akan mengawal kasus tersebut hingga Hazan dan Munarman ditanah di Mapolda. Ia mengatakan penyidik secara tegas tidak akan meng-SP3-kan kasus tersebut meski dirasa sulit untuk menangkap keduanya.

"Proses hukum akan terus berlanjut, kalau kami tahu keberadaannya akan langsung ditangkap, kita berkoordinasi dengan Polres Malang," tandasnya.

Baca: Masyarakat Lintas Agama Minta Polda Bali Perjelas Kasus Munarman

Pernyataan Polda itu disampaikan setelah Masyarakat Lintas Agama Bali menuntut polisi segera menindaklanjuti kasus yang menyeret mantan juru bicara FPI Munarman. Sejak penetapan status Munarman sebagai tersangka, belum ada perkembangan dari kasus tersebut.



(RRN)