Nursilan Putus Sekolah, Dinsos Sidoarjo Nilai Perangkat Desa Lalai

Syaikhul Hadi    •    Sabtu, 12 Aug 2017 17:19 WIB
pendidikankemiskinan
Nursilan Putus Sekolah, Dinsos Sidoarjo Nilai Perangkat Desa Lalai
Nursilan didatangi pejabat daerah di Sidoarjo dan mengabarkan dirinya bisa kembali bersekolah, MTVN

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Nursilan alias Silan, 12, warga Sidoarjo, Jawa Timur, putus sekolah menjadi sorotan dalam sepekan terakhir. Tapi kini, Nursilan bersenang hati karena sudah bisa kembali bersekolah.

Kepala Seksi Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial Andi Sugianto mengaku mengetahui kondisi Nursilan dari pemberitaan di media. Andi menuding Nursilan putus sekolah lantaran perangkat desa tak memantau kondisi warganya.

Baca: Hari Pertama Sekolah, Nursilan Dapat Bimbingan Khusus

Andi menilai perangkat desa melakukan pembiaran terhadap Nursilan. Sehingga bocah yang juga merupakan korban perceraian itu tak sekolah selama lima tahun.

"Nah kalau dibiarkan, mau jadi apa anak ini. Padahal pemerintah sudah mencanangkan program pendidikan gratis enam tahun," kata Andi ditemui Metrotvnews.com di Surabaya beberapa waktu lalu.

Andi mengatakan telah mengecek Sadi, 68, yang tak lain kakek dari Silan. Semenjak orang tua bercerai, Silan tinggal bersama kakek dan neneknya. 

Sang kakek bekerja sebagai penjaga makam. Nama Sadi tercatat dalam Perubahan basis data terpadu (PBDT) yang merupakan bagian dari program Kementerian Sosial. Sehingga Sadi berhak mendapat bantuan yang bersumber dari APBN.

"Kalau sudah dapat dari APBN, tidak dapat lagi bantuan dari APBD. Bisa juga nanti diusulkan dari Program Keluarga Harapan," katanya.

Sebenarnya, ayah dari Silan masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Namun sejak beberapa tahun lalu, bantuan tersebut putus karena perceraian.

"Seharusnya meski menggunakan nama ayah Silan, bukan berarti keluarga ini berhenti mendapat bantuan. Jadi, bantuan PKH yang diatasnamakan ayah Silan bisa dialihkan ke istrinya (Ibu Silan), Susi," tegasnya.

Sementara itu, Kades Bulang, Abdul Kodir mengaku tak terlalu memahami masalah yang dialami Silan. Ia beralasan baru menjabat setahun. 

Namun Kodir mengaku akan memerhatikan Silan dan warga di desa tersebut. Masalah sSilan, lanjutnya, menjadi bahan evaluasi selama dirinya menjabat.



(RRN)