Kisah Mbah Murip, Pemulung di Jatim yang Naik Haji

Amaluddin    •    Rabu, 02 Aug 2017 16:39 WIB
haji 2017
Kisah Mbah Murip, Pemulung di Jatim yang Naik Haji
Mbah Murip saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES). (MTVN/Amal).

Metrotvnews.com, Surabaya: Mbah Murip, 70, yang berprofesi sebagai pemulung akhirnya bisa berangkat haji. Perempuan asal Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menabung selama tujuh tahun untuk bisa ke Tanah Suci Mekah.

"Alhamdulillah hasil dari menjual sampah bisa menabung sedikit demi sedikit," kata mbah Murip, ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Jalan Sukolilo, Surabaya, Rabu, 2 Agustus 2017.

Kata mbah, dirinya memiliki keinginan untuk berangkat haji sejak usia 30 tahun. Sejak itu ia mulai menabung mengumpulkan uang hasil dari mengumpulkan sampah, agar bisa menunaikan Rukun Islam yang ke-5. 

Ketika uangnya terkumpul Rp1 juta, lantas ia menitipkan uangnya pada teman baiknya. Di tahun 2010 lalu, mbah Murip berhasil mengumpulkan uang Rp20 juta. "Uang itu saya gunakan untuk mendaftar ongkos naik haji (ONH)," kata Mbah Murip.

Pada 2011, janda empat anak itu terus berusaha berupaya mengais rupiah. Selain menjadi pemulung, mba Murip juga nyambi sebagai tukang pijat. "Alhamdulillah dalam sehari bisa nabung Rp20 ribu hingga Rp50 ribu per hari," katanya semringah.

Setelah tujuh tahun menabung, akhirnya mbah Murip terpanggil untuk berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2017 ini. Mbah Murip akan berangkat bersama rombongan kloter 18 melalui Embarkasi Surabaya.

Dalam kesehariannya, mbah Murip hidup dalam kesederhanaan. Ia makan hanya berlauk sayur sayuran dan karak (sisa nasi dikeringkan dan dimasak lagi). Ia pun mengaku kalau tetangga sekitarnya sering memberi uang dan makanan padanya. "Mbah kalau makan cukup dengan daun singkong, enggak pakai ikan," tuturnya.

Kesederhanaan dan susahnya hidup mbah Murip tak lantas menghilangkan kepeduliannya pada sesama. "Alhamdulillah rejeki selalu ada. Saya bekerja sebagai pemulung, mijet dapet uang. Uangnya nanti juga saya kasih ke anak yatim dan orang miskin. Meskipun miskin, aku ingin beramal, nanti malah rejeki saya bertambah," ucapnya.

Tak banyak harapan Mbah Murip saat menjalankan ibadah haji. Ia hanya ingin dosa dosanya diampuni Allah. "Saya juga akan berdoa agar anak-anak saya menjadi anak sholih dan bisa berhaji nantinya," kata mbah Murip.


(ALB)