Polisi Kesulitan Temukan Pemilik Rumah Kejahatan Siber Tiongkok

   •    Minggu, 30 Jul 2017 12:16 WIB
penipuanwnakejahatan cyber
Polisi Kesulitan Temukan Pemilik Rumah Kejahatan Siber Tiongkok
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/M Rizal)

Metrotvnews.com, Surabaya: Polisi menyelidiki pemilik empat rumah di perumahan elite Graha Famili Surabaya yang digunakan sebagai tempat operasional kejahatan siber. Rumah-rumah itu disinyalir pemiliknya berbeda-beda.

"Penyelidikan terhadap pemilik empat rumah ini ditindaklanjuti oleh Polrestabes Surabaya," kata Perwira Satuan Tugas Khusus Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia AKBP Susatyo Purnomo Condro, dikutip Antara di Surabaya, Minggu, 30 Juli 2017.

Baca: Polisi Identifikasi Korban Kejahatan Siber Tiongkok di Tiga Wilayah

Dia mengatakan keempat rumah yang semuanya berlokasi di Graha Famili tersebut pemiliknya berbeda-beda. "Ini masih harus kami dalami hubungan pemilik rumah dengan para pelaku," ujarnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela membenarkan pihaknya telah dilimpahi penyelidikan terhadap pemilik keempat rumah tersebut.

"Hanya saja kami kesulitan menemukan pemiliknya karena tetangga di lingkungan Graha Famili tidak saling mengenal," katanya.

Petugas keamanan lingkungan perumahan juga tidak mengenal pemilik empat rumah itu. Leonard mengatakan, lingkungan perumahan Graha Famili tidak terbentuk RT dan RW. Hari ini, jajarannya akan menemui pengurus perumahan Graha Famili. 

Informasi sementara yang dihimpun polisi, para pelaku menempati empat rumah tersebut sejak Februari lalu.

Selain dilimpahi kewenangan penyelidikan terhadap pemilik empat rumah itu, Leonard menambahkan, pihaknya juga mendapat pelimpahan penyelidikan terhadap dua pelaku kejahatan siber yang warga negara Indonesia.

"Dari 93 pelaku yang telah diamankan Tim Satgas Khusus Mabes Polri, dua di antaranya adalah warga Indonesia. Keduanya berperan menyediakan sarana dan prasarana untuk 92 pelaku lainnya yang berkewarganegaraan asing," ucapnya.

Baca: WNI Penyedia Tempat Kejahatan Siber Warga Tiongkok Diburu

Tim Satgassus Bareskrim dan Kepolisian Tiongkok secara serentak menggerebek lokasi sindikat kejahatan siber yang dilakukan Warga Tiongkok dan Taiwan di Jakarta, Surabaya dan Bali pada Sabtu 29 Juli 2017.

Petugas meringkus 29 warga Tiongkok terdiri dari 12 perempuan dan 17 pria sindikat kejahatan siber di Jalan Sekolah Duta Pondok Indah Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Polisi gabungan juga menggerebek rumah sindikat kejahatan siber di Perumahan Puri Bendesa Benoa Kuta Selatan Kabupaten Badung, Bali.

Di Bali, polisi menangkap 31 orang terdiri dari 17 warga Tiongkok, 10 warga Taiwan (sembilan wanita dan 18 pria), serta empat warga negara Indonesia (seorang wanita dan tiga pria).

Penangkapan juga dilakukan di Surabaya yang meliputi tiga lokasi kejahatan yakni Jalan Mutiara Graha Family Blok N-1 Bukit Darmo Golf Surabaya, Jalan Graha Family Timur 1 Blok E-68 Bukit Darmo Golf dan Jalan Graha Family Timur 1 Blok E-58 Bukit Darmo Golf.

Jumlah warga asing yang diamankan di Surabaya mencapai 93 orang terdiri dari 81 warga Tiongkok dan 12 warga Taiwan.




(SAN)