Lima Tempat Larangan Menaikkan Penumpang Bagi Taksi Online Menuai Pro Kontra

Amaluddin    •    Senin, 17 Apr 2017 15:59 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Lima Tempat Larangan Menaikkan Penumpang Bagi Taksi Online Menuai Pro Kontra
Foto ilustrasi. (Media Indonesia/Ramdani).

Metrotvnews.com, Surabaya: Ada lima tempat larangan bagi angkutan online di Jawa Timur menuai pro kontra, antara angkutan konvensional dengan angkutan online. Lima tempat itu yakni, terminal, stasiun, rumah sakit, pelabuhan dan bandara.

Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Jatim, Rizki Usman, mengatakan, di dalam Peraturan menteri perhubungan (permenhub) nomor 32 tahun 2016 tentag angkutan umum, angkutan online sebagai angkutan non trayek diperbolehkan mengambil penumpang di lima tempat tersebut. 

"Jika mengacu pada salah satu pasal dalam angkutan umum tidak dalam trayek, angkutan online boleh, di dalam Permenhub nomor 32 sebenarnya sudah jelas. Kami ini angkutan khusus non trayek. Kalau non trayek berarti tidak ada batasan untuk kita. Kami akan dialog lagi dengan pak gubernur (Soekarwo, Red.) untuk merumuskan kemballi batasan-batasan itu,” ujar Rizki, Senin, 17 April 2017.

Senada juga disampaikan tim pembina DPD ADO Jatim, Muhammad Nur Hasan. Ia berharap Gubernur Jatim Soekarwo memberi ruang kepada taksi online untuk mengambil penumpang di lima temapat tersebut. “Apakah kami tidak punya ruang untuk menjemput penumpang di lima tempat itu?. Kami mohon Pak Gubernur bijak dalam menentukan kebijakan,” kata Hasan.

Protes ini juga dilontarkan oleh pengendara taksi online lainnya. Salah satunya Sulastri, pengemudi taksi online. "Saya sebagai wanita, dia memohon kepada Soekarwo memberi pengecualian agar tetap bisa menjemput penumpang di lima titik itu," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Organda Jatim Firmansyah mengajak para pengemudi taksi online untuk mentaati aturan yang ada terlebih dahulu. Dia menilai, aturan yang nantinya akan tertuang dalam peraturan gubernur (pergub) belum diterapkan.

“Kita belum tahu pastinya bagaimana nantinya setelah pergub ditetapkan. Saya lebih menngajak ayolah mari dijalankan terlebi dahulu. Toh juga yang taksi konvensional juga menerima aturan tersebut,” kata Firmansyah.

Firmansyah menilai, masih ada banyak tempat untuk mencari penumpang selain di lima titik yang dilarang. Ia mencontohkan seperti di kampus, perumahan dan mall, taksi online masih bisa mengambil penumpang. 

Sedangkan di lima tempat itu, dia menilai sudah sejak dahulu menjadi lahan taksi konvensional mencari penumpang. 

"Mereka biasa menunggu penumpang disana. Ada nomor antrian para pengemudi taksi konvensional mengambil penumpang. Kan di lima tempat tersebut sudah sejak dahulu, sebelum kehadiran taksi online ngetemdisana. Masih banyak kok tempat yang bisa menaikkan penumpang,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jatim Soekarwo berjanji akan membahas perihal itu. Orang nomor satu di Jatim itu meminta Dishub Jatim membentuk tim kecil untuk membicarakan hal tersebut. "Kalau mengangkut penumpang di juanda memang tidak diijinkan oleh otoritas bandara. Jangankan pengemudi taksi online, polisi saja tidak boleh,” kata Pakde Karwo.


(ALB)