Pacitan dan Sidoarjo Terdampak Bencana Paling Parah di 2017

Amaluddin    •    Senin, 11 Dec 2017 18:25 WIB
tanah longsorcuaca ekstrembencana alambencana banjirsiklon tropis cempaka
Pacitan dan Sidoarjo Terdampak Bencana Paling Parah di 2017
Banjir yang terjadi di Kabupaten Pacitan menyebabkan sejumlah desa terdampak. Foto: Antara/Desta Sujarwoko

Surabaya: Bencana alam melanda seluruh daerah di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sepanjang 2017. Kabupaten Pacitan dan Sidoarjo menjadi dua daerah terdampak yang paling parah.

“Di Pacitan adalah bencana banjir dan longsor, sedangkan di Sidoarjo bencana angin puting beliung,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Sudarmawan, dikonfirmasi, Senin, 11 Desember 2017.

Sudarmawan menyebut ada dua musim terjadi di Jatim pada 2017, musim hujan dan musim kemarau. Sebanyak 382 bencana terjadi di Jatim pada tahun ini.

Rinciannya, 141 kejadian banjir merata di seluruh daerah di Jatim. Daerah terparah terjadi banjir adalah Kabupaten Pacitan.

Ada sekitar empat kecamatan terendam banjir dengan ketinggian air rata-rata 50-100 sentimeter, yaitu Kecamatan Pacitan, Kebonagung, Arjosari, san Ngadirejo. Akibatnya, sekitar 16.953 warga setempat mengungsi.

Selain banjir, juga terjadi longsor di beberapa titik di Pacitan, antara lain di jalan di Kecamatan Arjosari dan di Desa Mentoro, Kecamatan Pacitan. Longsor juga terjadi di pemukiman warga di wilayah Desa Karanganyar dan Desa Karangnongko di Kecamatan Kebonagung.

“Soal data detailnya untuk bencana di Pacitan masih dalam pendataan, namun bencana di Pacitan terparah karena cakupannya luas dari daerah lainnya,” katanya.

Selain Pacitan, daerah terparah kedua terjadi bencana di Jatim adalah Kabupaten Sidoarjo, yakni angin puting beliung. Selama 2017, sebanyak 35 kejadian angin puting beliung di sejumlah daerah di Jatim.

Meski demikian, kata Darmawan, angin puting beliung terparah terjadi di Sidoarjo. Ada tiga desa diterjang bencana angin puting beliung, yaitu Desa Tambakrejo, Desa Tambak Sawah, dan Desa Tambak Sumur di Kecamatan Waru. Akibatnya, 902 bangunan rusak.

“Sementara untuk musim kemarau, ada beberapa daerah yang mengalami kekeringan di Jatim, yakni di Kabupaten Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan,” kata Darmawan.


(SUR)