Pembangunan Bandara di Kediri Dimulai 2018

Amaluddin    •    Rabu, 06 Dec 2017 19:15 WIB
infrastrukturbandara
Pembangunan Bandara di Kediri Dimulai 2018
Pengendara sepeda motor melintas di depan area Helipad Surya Air milik PT. Gudang Garam di Kota Kediri, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Surabaya: Pengerjaan fisik pembangunan bandara di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, akan dimulai 2018. Saat ini, kata Gubernur Jatim Soekarwo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim masih melakukan proses perluasan lahan bandara yang berlokasi di bagian barat Kediri yang berbatasan dengan Nganjuk.

"Targetnya mulai digarap tetap 2018. Sekarang tinggal perluasan lahan 25 hektare dari 300 hektare," ujar Pakde Karwo, sapaan akrabnya, di Surabaya, Rabu, 6 Desember 2017.

Rencananya, bandara tersebut memiliki landasan pacu sepanjang 2.500 meter, sehingga ideal untuk digunakan pesawat berbadan besar dan melayani penerbangan nasional. Nantinya, di area bandara juga akan dibangun perkantoran.

Pembangunan Bandara tersebut, kata Pakde Karwo, akan menelan dana sekitar Rp1,5 triliun. Semua pendanaanya nanti akan ditanggung PT Gudang Garam Tbk. “Baik untuk pembebasan tanah maupun pembangunan konstruksinya. Tapi bandara itu nanti bisa digunakan untuk umum, tidak khusus digunakan oleh PT Gudang Garam, Tbk,” ujarnya.

Pakde Karwo optimistis, pendapatan per kapita warga di Kediri dan sekitarnya bakal berkembang. Dengan adanya Bandara Kediri, lanjut dia, bandara juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Selain itu juga dapat melayani masyarakat yang tinggal di eks-Karesidenan Kediri, serta mendapat akses jalan kolektor primer yang ideal serta jalan sudetan tol yang menjangkau Tulungagung, selain jalur lingkar selatan (JLS).

“Saya berharap ground breaking bandara dilakukan pada awal 2018, dan maksimal pada 2020 bandara sudah bisa beroperasi,” ujarnya.

Selain di Kediri, Pemprov Jatim juga memproyeksikan bakal membangun bandara di semua wilayah mulai dari utara, selatan, barat, dan timur Jatim. Selain untuk menopang pertumbuhan ekonomi, juga diharapkan mampu menopang industri pariwisata di Jatim.


(ALB)