187 Desa di Jatim KLB Difteri

Amaluddin    •    Kamis, 07 Dec 2017 16:45 WIB
klb difteri
187 Desa di Jatim KLB Difteri
Ilusutrasi. ANTARA FOTO/Dewi Fajriani

Surabaya: Sebanyak 187 desa di Jawa Timur dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri. Seluruh desa itu tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Kalau ditotal jumlah kasus difteri sejak Januari sampai Desember 2017 sebanyak 318 kasus dan 12 anak meninggal,” kata Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso, dikonfirmasi, Kamis, 7 Desember 2017.

Adapun 35 kabupaten/kota itu di antaranya Kabupaten Bangkalan, Sumenep, Sampang, Lamongan, Sidoarjo, Gresik, Kota Batu, Malang, Kota Surabaya, Madiun, Nganjuk, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kota Blitar, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Tuban, Lumajang, Magetan, Kota Mojokerto, dan Nganjuk.

"Dari 35 kabupaten kota itu terbanyak adalah Kabupaten Pasuruan dengan 46 kasus difteri. Sampang 31 kasus, Gresik 26 kasus, Nganjuk 19 kasus, dan Kota Surabaya 18 kasus," ujarnya.

Dinkes, kata Kohar, telah melakukan beberapa langkah untuk menanggulangi KLB difteri. Di antaranya, intensifikasi sosialisasi kewaspadaan difteri, pencarian terduga penderita difteri, serta perawatan pasien sesuai standar yang harus dirawat inap di ruang khusus infeksius di puskemas atau rumah sakit.

"Ini dilakukan agar kasus difteri tidak menyebar luas, mengingat penyakit itu mudah menular dan menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan segera," katanya. 

Pencegahan lainnya, Dinkes menyiapkan dan mendistribusikan logistik antidifteri serum (ADS), antibiotik, serta vaksin DPT Hib, DT, dan Td. Lalu memfasilitasi pemeriksaan spesimen ke laboratorium rujukan nasional BBLK Surabaya.

"Bila terjadi KLB maka yang harus dilakukan adalah pemberian imunisasi Difteri DPT Hib atau DT atau Td, bergantung umur sasaran tanpa memandang status imunisasi difteri sebelumnya," katanya.



(ALB)