Ribuan Guru Honorer di Malang Tuntut jadi PNS tanpa Tes

Daviq Umar Al Faruq    •    Kamis, 20 Sep 2018 15:53 WIB
Guru Honorer
Ribuan Guru Honorer di Malang Tuntut jadi PNS tanpa Tes
Sejumlah guru honorer menggelar aksi demo di Malang, Kamis 20 September 2018.

Malang: Ribuan guru yang tergabung dalam Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Malang menggelar demo di halaman gedung DPRD Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis 20 September 2018.

Para guru honorer tersebut menyuarakan tuntutan sembari membawa poster dan spanduk. Aksi yang diawali dengan pembacaan istigasah ini pun berlangsung haru, pasalnya aksi ini sempat diwarnai dengan isak tangis para guru tidak tetap (GTT) tersebut.

Aksi ini digelar untuk memprotes Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) Nomor 36 dan 37 Tahun 2018 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2018.

Sebab, peraturan tersebut dinilai menimbulkan keresahan dan kegelisahan karena sejumlah Tenaga Honorer Kategori 2 se-Kabupaten Malang tidak dapat mengikuti Seleksi CPNS 2018. Sehingga para honorer tersebut hingga kini tak kunjung diangkat menjadi PNS.

Korlap Aksi, Edi Susilo mengatakan aksi ini dilakukan untuk menyampaikan aspirasi dari 1.300-an guru honorer di Kabupaten Malang. “Tuntutan kami adalah, pemerintah harus mengangkat guru honorer tanpa tes. Jika tidak ada pencabutan Permenpan-RB nomor 36 dan 37, kami bersama-sama guru honorer di seluruh Indonesia akan berunjuk rasa ke Jakarta," katanya disela-sela aksi.

Edi menambahkan dalam Permenpan-RB tersebut terdapat aturan batasan usia dalam rekrutmen CPNS, yakni maksimal berusia 35 tahun per 1 Agustus 2018. Aturan tersebut diakuinya tidak mengakomodasi ribuan guru honorer di Kabupaten Malang.

“Di Kabupaten Malang banyak guru honorer yang tidak memenuhi syarat usia tersebut karena berusia di atas 35 tahun. Dari 1100 guru honorer yang diakomodir hanya 66 orang saja yang usianya di bawah 35 tahun,” ujar pria yang juga Ketua FHK2I Kabupaten Malang ini.


(ALB)