Tulang Rusuk Mayawati Remuk akibat Ledakan Bom

Daviq Umar Al Faruq    •    Senin, 14 May 2018 20:11 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Tulang Rusuk Mayawati Remuk akibat Ledakan Bom
Jenazah Mayawati, korban ledakan bom di Surabaya disemayamkan di Rumah Persemayaman Gotong Royong, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Senin 14 Mei 2018. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Malang: Mayawati, warga Malang, Jawa Timur, meninggal akibat ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 13 Mei 2018. Wanita 82 tahun ini meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Dr Soetomo.

Maria Hamdani, keponakan korban, mengatakan Mayawati meninggal akibat tulang rusuknya remuk. Remukan dari tulang merusak paru-paru.

"Terus tangannya juga patah. Tulang dadanya hancur semua. Kakinya rusak," kata Maria tak kuasa menahan duka saat ditemui di Rumah Persemayaman Gotong Royong, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 14 Mei 2018.

Sebelum meninggal, Mayawati sempat dioperasi. Nahas, ajal lebih cepat menjemputnya, pukul 19.00 WIB. "Beliau hidup sendiri. Proses pemakamannya masih akan dirundingkan dengan keluarga," lanjutnya.

Baca: 10 Pelaku Tewas dalam Ledakan di Surabaya

Kemungkinan, jasad Mayawati akan dikebumikan pukul 12.00 WIB, Selasa, 15 Mei 2018. Keluarga juga masih mendiskusikan apakah Mayawati akan dikremasi atau dimakamkan.

Maria menyesalkan adanya oknum yang tega membunuh orang lain dengan begitu kejamnya. Dia pun berharap petugas dapat mengambil langkah preventif sebelum korban beraksi.

"Pihak yang berwenang itu sebelum kejadian sebaiknya tahu lebih dulu. Ditangkap atau gimana gitu," pungkasnya.



 


(SUR)