Kiai Ma'ruf Amin Diharap Tinggalkan Jabatan Ketua MUI

Amaluddin    •    Sabtu, 11 Aug 2018 15:18 WIB
pilpres 2019
Kiai Ma'ruf Amin Diharap Tinggalkan Jabatan  Ketua MUI
Calon presiden petahana Joko Widodo (kedua kiri) bersama calon wakil presiden Ma'ruf Amin (kedua kanan), Ketua Umum Partai Golkar Airangga Hartarto (kiri) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) berdoa sebelum berangkat menuju KPU di Jakarta, Jum

Surabaya: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur meminta Kiai Ma'ruf Amin meninggalkan jabatan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Permintaan tersebut muncul setelah Joko Widodo memilih Ma'ruf sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019.

"Saya mengusulkan sebaiknya memang Kiai Ma'ruf Amin nonaktif," kata Ketua MUI Jawa Timur,  Kiai Abdusshomad Bukhori saat dikonfirmasi, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Somad mengatakan, MUI tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Somad juga berharap agar usulnya bisa didengar oleh Ma'ruf Amin.

"Beliau sebagai warga negara Indonesia sah-sah saja, karena sebagai orang yang memang diminta untuk menjadi calon wakil presiden asal beliau memang berkenan, bersedia," jelas Somad.

Somad berharap agar Ma'ruf segera non aktif sebagai Ketua MUI. Ini bertujuan agar bisa fokus dalam maju pada Pilpres 2019 mendatang. "Arti non aktif itu tidak bertugas seperti sedia kala. Non aktif supaya bisa lebih fokus sebagai calon wakil presiden ini, sehingga nanti tidak mengganggu dan supaya fokus saja," ungkap Somad.

Sementara untuk penggantinya nanti, Somad mengatakan di MUI ada dua wakil ketua, juga ada 12 ketua di setiap bidangnya, dan bisa diusulkan untuk menggantikan posisi Ma'ruf Amin.

"Jadi nanti kami akan memberikan saran kepada MUI pusat agar Kiai Ma'ruf Amin nonaktif, karena di pusat itu ketua umum, ada dua wakil ketua umum, dan ada ketua-ketua yang lain ada 12," kata Somad.


(DEN)