Wisma Prostitusi Terbesar Disulap Jadi Sentra Sepatu

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Senin, 22 Feb 2016 14:25 WIB
lokalisasi dolly
Wisma Prostitusi Terbesar Disulap Jadi Sentra Sepatu
Bagian luar bangunan pabrik sepatu yang dulunya wisma PSK terbesar di Dolly Surabaya, MTVN - MK Rosyid

Metrotvnews.com, Surabaya: Wajah salah satu kawasan di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur, berubah. Dulu, orang mengenal kawasan itu sebagai lokalisasi prostitusi Dolly. Kini, kesan yang didapat dari kawasan itu berubah.

Memang Gang Dolly tak seramai dulu yang menjadi pusat jajanan perempuan malam berbagai usia. Kini, imej itu berubah. Pemerintah Kota Surabaya bahkan meresmikan kawasan itu sebagai tujuan wisata.

Saat Metrotvnews.com mengunjungi kawasan itu, Senin 22 Februari, beberapa pintu bangunan terbuka. Bukan untuk melayani tamu seperti beberapa tahun lalu. Tapi itulah pintu usaha kecil menengah (UKM).

Saat ini, beragam UKM beroperasi di kawasan tersebut. Ada yang memproduksi sepatu, batik, sablon, hingga makanan ringan.


(Pengrajin membuat sepatu di bangunan yang dulunya merupakan wisma PSK terbesar di Dolly Surabaya, MTVN - MK Rosyid)

Satu di antaranya UKM di Kupang Gunung, Kelurahan Putat Jaya. Beberapa tahun lalu, bangunan itu bernama 'Wisma Barbara'. Bangunan enam lantai itu menjadi wisma dengan bisnis prostitusi terbesar di Gang Dolly.

"Tapi sekarang, bangunan itu sudah dibeli Pemkot. Kini menjadi sentra UKM pengrajin sepatu dengan nama Koperasi Usaha Bersama (KUB) Mampu Jaya," kata Desianti Sitorus, petugas administrasi KUB Mampu Jaya dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Kota Surabaya, Senin (22/2/2016).

Baru lantai dasar yang menjadi kegiatan pembuatan sepatu. Sementara lima lantai lain masih dalam tahap renovasi.

Desi mengatakan 10 perempuan bekerja di pabrik sepatu itu. Mereka bertugas menjahit, mengelim, hingga memotong kulit untuk bahan sepatu. Beberapa lain bekerja sama untuk memasarkan produk itu.

"Sejak 2014, mereka dilatih di sentra pembuatan sepatu Tanggulangin, Sidoarjo. Mulai Februari 2015 mereka baru memproduksi sendiri," kata Desianti.

Pada Juni 2015, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menutup kawasan prostitusi Dolly. Salah satu alasan Risma menutup prostitusi yang dikenal melegenda itu untuk menghentikan human trafficking.

(Baca: Risma Mantap Tutup Dolly Hari Ini)

Tindakan Risma mendapat dukungan maupun penolakan. Satu di antaranya Risma dikhawatirkan mematikan pergerakan ekonomi di kawasan itu. Namun pada 21 Februari 2016, Risma optimistis mengubah imej kawasan itu dari prostitusi menjadi kawasan wisata di Surabaya. Risma mengandalkan UKM untuk menarik minat wisatawan ke kawasan tersebut.

"Saat ini Dolly bukan lagi dikenal tempat lokalisasi, tetapi akan dikenal sebagai Kampung Wisata," kata Risma usai peresmian di Jalan Putat Jaya Timur itu.

(Baca: Harapan Risma pada Warga Kampung Wisata Dolly)
 


(RRN)