Trem Surabaya Ditarget Aktif 2017

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Rabu, 14 Sep 2016 19:29 WIB
transportasi
Trem Surabaya Ditarget Aktif 2017
Jejak trem di Surabaya. Foto: Antara/Didik Suhartono

Metrotvnews.com, Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya mulai mempersiapkan infrasturktur pembangunan angkutan massal cepat (AMC) tahun ini. Targetnya, pada 2017 AMC berbasis rel dan trem bisa difungsikan sebagai sarana transportasi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Ivan Wahyudrajad, mengatakan, sambil menunggu angkutan masal cepat disetujui pemerintah pusat, pemkot telah menyiapkan beberapa sarana pendukungnya.

"Kami berencana menata angkutan umum untuk trunk (berupa bus) dan feeder (berupa minibus) yang terintegrasi dengan trem di jalur Utara-Selatan dan monorel di jalur Barat-Timur," ujarnya saat konferensi pers di Kantor Humas Pemkot, Rabu (14/9/2016).

Selain trunk dan feeder yang didesain sesuai angkutan modern, pemkot juga membangun empat park and ride (tempat transit pengguna kendaraan pribadi yang akan naik trem atau monorel).

"Park and ride dibangun di Kalan Joyoboyo, Mayjend Sungkono, Arif Rahman Hakim, dan Adityawarman. Di Mayjend Sungkono sudah dibangun 60 persen, rencananya bisa digunakan 2017," ujarnya.

Park and ride di Mayjend Sungkono berkapasitas 244 motor dan 83 mobil, Adityawarman bisa 118 mobil dan 51 motor, dan Arif Rahman Hakim berkapasitas 8 mobil dan 104 motor.

"Untuk gedung parkir di Joyoboyo bisa muat lebih banyak. Bahkan, parkir untuk wisatawan di Kebun Binatang Surabaya bisa ditampung di gedung ini. Masih dalam pengkajian terus," katanya.

Meski peraturan presiden hingga kini belum turun terkait trem maupun monorel di Surabaya, pemkot tetap optimistis bisa terealisasi. Irvan mengatakan, jika pun trem molor, bangunan itu tetap tidak mubazir karena bisa digunakan untuk kantong parkir.

"Angkutan massal sudah terprogam dalam RPJMD. Pemkot terus berkomunikasi karena sudah teranggarkan di Dirjen Kereta Api. Ini hanya menunggu keputusan dari pusat," katanya.


(UWA)