400 Nomor Antrean e-KTP Ludes Dibagikan dalam 15 Menit

Nurul Hidayat    •    Selasa, 20 Sep 2016 18:10 WIB
pelayanan e-ktp
400 Nomor Antrean e-KTP Ludes Dibagikan dalam 15 Menit
Antrean warga yang hendak melakukan perekaman e-KTP di Jombang, MTVN - Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Jombang: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Jombang, Jawa Timur, membuka antrean perekaman e-KTP sejak pukul 06.00 WIB. Namun 15 menit kemudian, nomor antrean sebanyak 400 lembar sudah ludes dibagikan.

Selasa 20 September, pegawai membagikan 400 nomor antrean. Namun, pegawai hanya melayani 200 nomor. Sementara sisanya dipersilakan kembali ke kantor yang berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim itu pada esok hari maupun lusa.

"Setelah lusa, nomor antrean akan kembali lagi ke nomor satu. Jadi untuk besok dan lusa, pegawai akan melayani nomor antrean 201-hingga 400 yang dibagikan hari ini," kata Kepala Dispendukcapil Kabupaten Jombang Hadi Purnama.

Hadi mengakui prosedur itu baru diberlakukan hari ini. Namun, ia optimistis cara itu dapat mengurangi antrean warga yang hendak melakukan perekaman e-KTP. Sebab setiap hari, antrean mengular hingga sepanjang 200 meter di depan kantor Dispendukcapil.

Dispendukcapil tampaknya kurang menyosialisasikan kebijakan tersebut. Sebab masih ada warga yang datang namun tak mendapatkan nomor antrean.

"Saya datang pukul 07.30 WIB. Tapi nomor antreannya sudah habis. Disuruh balik lagi Kamis," kata Samsul Arifin, warga Kecamatan Mojoagung.

Samsul mengatakan ia mendapat informasi kantor Dispendukcapil memulai pendaftaran pukul 06.00 WIB. Namun 15 menit kemudian, nomor antrean sebanyak 400 lembar ludes dibagikan.

Sementara itu, rata-rata proses perekaman e-KTP memakan waktu kurang lebih sejam. Setelah perekaman, warga dapat langsung mendapat kartu e-KTP.


(Potret antrean warga yang hendak melakukan perekaman e-KTP di Jombang, MTVN - Nurul Hidayat)

Dari pantauan Metrotvnews.com, keramaian terjadi mulai pagi di depan Kantor Dispendukcapil Jombang. Begitu loket pendaftaran antrean dibuka, warga langsung berdesak-desakan untuk mendapatkan nomor. Tak sedikit perempuan yang terjepit saat berdesakan. Beberapa di antaranya malah membawa balita ketika mendatangi kantor.

Sebelumnya, masa waktu perekaman e-KTP berakhir pada akhir September. Namun Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan kelonggaran batas waktu perekaman hingga pertengahan 2017. Alasannya, jumlah warga yang belum merekam e-KTP di Indonesia mencapai 2,2 juta orang.

Di Kabupaten Jombang, jumlah warga yang wajib mengantongi e-KTP sebanyak 1,8 juta orang. Hingga berita ini disusun, jumlah warga yang belum membuat e-KTP yaitu 21.233 jiwa.


(RRN)