Jenazah Hasyim Muzadi Dilepas dengan Upacara Militer

Aditya Mahatva Yodha    •    Kamis, 16 Mar 2017 13:12 WIB
hasyim muzadi
Jenazah Hasyim Muzadi Dilepas dengan Upacara Militer
Upacara militer pelepasan jenazah Hasyim Muzadi di Pesma Al Hikam, Kota Malang, Kamis, 16 Maret 2017. (Metrotvnews.com/Aditya Mahatva Yodha)

Metrotvnews.com, Malang: Jenazah KH Hasyim Muzadi diberangkatkan menuju Depok, Jawa Barat, Kamis, 16 Maret 2017. Jenazah dilepas secara militer, dipimpin Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI I Made Sukadana.

Upacara pelepasan berlangsung di Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al Hikam, Jalan Cengger Ayam, Kota Malang, Jawa Timur, sekitar pukul 12.05 WIB. Bandara diantar ambulans menuju Bandara Abdulrachman Saleh. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di kompleks Pesma Al Hikam Depok.




Seluruh keluarga, puluhan santri asal Depok, Banser, Polri dan sejumlah personel TNI ikut mengiringi jenazah ke bandara.

Mewakili keluarga, KH Salahuddin Wahid mengatakan kepergian Ketua PBNU 1999-2010 itu meninggalkan duka mendalam.

"Kita merasakan duka yang mendalam terutama warga NU, umat Islam, dan bangsa Indonesia semua," ucap pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang itu dalam kata sambutan upacara militer pelepasan jenazah.

Hasyim Muzadi lahir di Tuban, Jawa Timur, 8 Agustus 1944. Selain aktif di Nahdatul Ulama, Muzadi juga berkecimpung di bidang politik. Dia pernah menjadi calon Wakil Presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden pada Pilpres 2004.




Megawati dan Muzadi meraih 26,2 persen suara di putaran pertama. Keduanya kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla pada putaran kedua.

Sejak 19 Januari 2015 Dewan Pertimbangan Presiden. Muzadi meninggal pada 16 Maret 2017, setelah berjuang dengan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.


(SAN)