Perpustakaan Sekolah di Banyuwangi Kini Terbuka untuk Umum

Antara    •    Rabu, 22 Feb 2017 09:12 WIB
perpustakaan
Perpustakaan Sekolah di Banyuwangi Kini Terbuka untuk Umum
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melihat perpustakaan di Desa Kampunganyar, Banyuwangi, Jawa Timur -- dok. Humas Pemkab Banyuwangi

Metrotvnews.com, Banyuwangi: Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengeluarkan kebijakan agar perpustakaan di sekolah dapat diakses masyarakat umum. Program itu bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan masyarakat.

"Kami terus menggelorakan budaya membaca kepada masyarakat. Kini, sejumlah sekolah menjadikan perpustakaannya sebagai perpustakaan umum yang bisa diakses siapa pun, tidak hanya pelajar sekolahnya saja," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu, 22 Februari 2017.

Abdullah mengatakan, dibukanya perpustakaan sekolah untuk umum akan memperluas akses perpustakaan bagi masyarakat. "Ini akan melengkapi perpustakaan daerah yang dimiliki pemerintah daerah. Ini cara kami menambah perpustakaan yang aksesibel bagi publik. Semakin banyak sekolah yang membuka perpustakaan untuk umum, masyarakat akan semakin mudah untuk mencari bahan bacaan. Jadi tidak perlu jauh-jauh datang ke perpustakaan daerah," katanya.

Selain itu, lanjut Abdullah, pemerintah daerah juga tidak perlu membuat bangunan perpustakaan baru yang menyedot anggaran. Cukup manfaatkan perpustakaan sekolah yang koleksi bukunya akan terus ditambah.

Pemkab Banyuwangi, terang Abdullah, telah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan literasi di masyarakat. Dari sisi sarana dan prasarana, selain menyediakan mobil dan motor perpustakan keliling yang bertugas di seluruh wilayah Banyuwangi, pemkab mewajibkan setiap kantor desa diadakan perpustakaan desa.

Melengkapi itu, ujar Anas, kini ada tiga mobil keliling perpustakaan yang setiap harinya mengunjungi ruang-ruang publik dan pusat keramaian masyarakat. "Banyuwangi kini menyiapkan 'container library' yang diletakkan di sejumlah titik strategis. Kontainer tersebut berisi beragam buku dengan suasana di sekitarnya yang dibangun senyaman mungkin," kata dia.

Hadirnya perpustakaan umum ini disambut antusias masyarakat, terutama wali murid yang bertugas menjemput anaknya. Mereka merasa senang, karena bisa memanfaatkan waktu luang menunggu anaknya sambil membaca buku yang ada di perpustakaan sekolah.

"Dari pada menunggu anak-anak sambil melamun dan ngobrol, lebih baik lihat-lihat dan baca buku di sini. Lumayan ada buku tentang masakan," kata Sri Cahyani, seorang wali murid di SMPN I Banyuwangi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Sulihtiyono menjelaskan, saat ini ada enam SMP di Banyuwangi yang menyediakan perpustakaan umum. Sekolah itu adalah SMPN 1 Genteng, SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 2 Glagah, SMPN 1 Cluring, SMPN 1 Kabat, dan SMPN 1 Srono.

"Sekolah yang telah membuka layanan umum ini memiliki koleksi buku cukup banyak, masing-masing 3.000-4.000 judul buku dari berbagai jenis. Mulai dari buku fiksi, nonfiksi, dan lainnya," katanya.

Dalam pelayanan kepada masyarakat, sekolah membuka semacam pojok baca yang ditempatkan di bagian depan atau sudut yang mudah dilihat masyarakat. Ssehingga, masyarakat dapat dengan mudah mengakses buku-buku yang ingin dibacanya.

Masing-masing sekolah mempunyai jadwal sendiri untuk pelayanan kepada masyarakat. Misalnya, di SMP 1 Banyuwangi dibuka mulai jam 07.00-13.30 WIB. Ssedangkan, SMPN 1 Genteng dibuka pukul 12.30-15.30 WIB.

"Selama berada di perpustakaan ini, masyarakat dipandu petugas yang anggotanya dari pustakawan cilik atau duta perpustakaan," tuturnya.


(NIN)