Mantan Karyawan Merpati Demo di PN Surabaya

Amaluddin    •    Rabu, 14 Nov 2018 11:05 WIB
merpati sekarat
Mantan Karyawan Merpati Demo di PN Surabaya
Massa yang tergabung dalam Presidium Mantan Karyawan Operasi Merpati Airline menggelar unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 14 November 2018. Medcom.id/Amaluddin

Surabaya: Puluhan orang yang tergabung dalam massa Presidium Mantan Karyawan Operasi Merpati Airline menggelar unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 14 November 2018. Mereka menuntut agar PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) tidak dipailitkan.

"Kami menuntut agar Merpati bisa tetap mengudara. Karena kalau sampai pailit, hak-hak kami sebagai mantan karyawan tidak akan terpenuhi," kata koordinator aksi, Agus Selamat Budiman.

Agus mengatakan, ada 1.200 mantan karyawan Merpati yang saat ini memperjuangkan haknya di PN Surabaya. Hak-hak mereka antara lain pesangon, dana pensiun, dan tunjangan lainnya.

"Hak-hak itu sampai saat ini belum dibayarkan kepada mantan karyawan. Kalau dinominalkan hak-hak karyawan mencapai sekitar Rp300 miliar," kata Agus.

Erk Setijowati, mantan karyawan Merpati Airlines berharap maskapainya bisa tetap mengudara. Hak-hak ketenagakerjaan karyawan bisa tidak dibayarkan bila Merpati Airlines dinyatakan pailit.

"Rata-rata kami mendapat pesangon sebesar Rp200 juta," kata perempuan yang mengaku bekerja di Merpati Airline selama 18 tahun itu.

Indah Sari, mantan karyawan Merpati Airlines lainnya juga berharap PN Surabaya tidak mempailitkan Merpati Airlines. "Makanya kita akan terus berjuang agar pesangon dibayarkan," ujar karyawan senior Merpati Airlines itu.

Nasib PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) akan diputuskan oleh PN Surabaya hari ini, Rabu, 14 November 2018. Majelis hakim akan memutuskan apakah Merpati Airlines dinyatakan pailit atau tidak.

Bila dinyatakan pailit, maka Merpati benar-benar mati alias tidak akan mengudara. Apabila dinyatakan tidak pailit, masih ada kemungkinan maskapai pelat merah tersebut untuk direstrukturisasi.

Merpati Airlines masih menanggung beban utang sebesar Rp10,7 triliun. Sementara aset perusahaan hanya Rp1,2 triliun. Ekuitas perusahaan ini minus sekitar Rp9 triliun. Utang tersebut yakni utang maskapai pada pada pada krediturnya.


(SUR)