Menpar Resmikan Taman Seribu Penari Gandrung Banyuwangi

Amaluddin    •    Minggu, 21 Oct 2018 18:01 WIB
objek wisata
Menpar Resmikan Taman Seribu Penari Gandrung Banyuwangi
Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan Taman Gandrung Terakota (TGT) dengan visualisasi seribu penari Gandrung Banyuwangi. (Istimewa, Dok: Pemkab Banyuwnagi).

Banyuwangi: Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meresmikan Taman Gandrung Terakota (TGT) dengan visualisasi seribu penari Gandrung di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu malam, 20 Oktober 2018. Taman itu berada di lahan sawah di kaki Gunung Ijen, tepatnya di kawasan Jiwa Jawa Ijen Resort, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Peresmian itu dilakukan Menpar usai menyaksikan pergelaran kolosal Festival Gandrung Sewu di bibir Pantai Boom Banyuwangi. Turut hadir dalam peresmian tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi, Guru Besar UI Prof Rhenald Kasali, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

"Taman ini di luar ekspektasi saya. Arsitekturnya bagus, landscapenya bagus, begitu pula terakotanya juga bagus. Di sini juga rutin digelar Jazz Gunung Ijen. Atraksinya sungguh luar biasa," kata Arief  Yahya dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Minggu, 21 Oktober 2018.

Terakota adalah nama lain dari tembikar atau gerabah sebagai bahan dasar visualisasi penari gandrung ini. "Taman ini adalah situs untuk merawat dan meruwat Tari Gandrung sebagai salah satu identitas budaya Banyuwangi,” ujar Sigit Pramono, penggagas Taman Gandrung Terakota.

Sigit menambahkan, upaya merawat dan meruwat budaya tersebut sengaja dilakukan dengan pendekatan kawasan, di mana situs budaya ini terhampar di puluhan hektar lahan persawahan yang dibiarkan tetap alami.

"Tari Gandrung memang dari tradisi rakyat, yang awalnya adalah wujud syukur atas hasil pertanian yang melimpah. Karena itu, situs rawat-ruwat Tari Gandrung ini pun kita hamparkan berdampingan dengan aktivitas rakyat, yaitu petani yang tetap membajak sawah dengan kerbau, menanam dan memanen padi,” ujar Sigit.

Berada di taman tersebut, pengunjung bisa menikmati keindahan Gunung Ijen yang memiliki tinggi 2.443 meter di atas permukaan laut (mdpl) di sisi barat. Di Ijen itulah terdapat kawah yang memancarkan api biru (blue flame) yang mendunia. Saat menengok ke timur, akan terlihat birunya Selat Bali.

Penataan Taman Gandrung Terakota ini melibatkan kurator seni rupa dari Galeri Nasional Indonesia sekaligus dosen Institut Seni Indonesia (ISI), Dr Suwarno Wisetrotomo.

Taman Gandrung Terakota tidak hanya menyajikan deretan visualisasi penari gandrung dari bahan tembikar. Memasuki kawasan ini, pengunjung dipertontonkan bukit hijau dan hamparan sawah, para petani membajak sawah, kebun kopi, pohon durian, beraneka jenis bambu, dan tanaman endemik setempat. 

Di tengah hamparan tersebut ditemukan amfiteater terbuka untuk pertunjukan kesenian berjadwal dan perhelatan musik jazz. 


(DEN)