Buntut Kebakaran Pasar Porong Baru, Pedagang Bentrok

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 09 Nov 2016 14:56 WIB
kebakaran
Buntut Kebakaran Pasar Porong Baru, Pedagang Bentrok
Sejumlah pedagang kesal karena tuntutan mereka sempat tak digubris. Foto-foto: Metrotvnews.com/Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Kebakaran Pasar Porong Baru Sidoarjo, Jawa Timur, masih menyisakan bara. Suasana panas itu dipicu sejumlah pedagang yang hendak memblokade akses masuk ke lokasi kebakaran.

Perselisihan ini terjadi antara pedagang yang kiosnya terbakar dengan yang tidak. Sejak Rabu pagi 9 November 2016, para pedagang sudah memadati area lokasi kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya.

Mereka hendak mengamankan dan mengumpulkan kembali sisa-sisa barang dagangannya yang sempat terbakar untuk dijual kembali. Agar tak terganggu, para pedagang berinisiatif memblokade akses masuk. Dengan harapan barang mereka aman dari pencuri.

"Kami minta kebijakan PD Pasar Porong baru agar pasar ini ditutup sementara. Jangan ada aktivitas. Agar barang kami tidak dijarah orang," kata Syahrul, salah satu pedagang.


Pedagang yang kiosnya terbakar tak terima pintu masuk tak diblokade

Namun, keinginan itu tak dikabulkan lantaran pasar itu menjadi ujung tombak perekonomian warga. Mendapat keputusan itu, amarah pedagang memuncak. Pedagang tiba-tiba menutup akses masuk pintu selatan, meski sebelumnya mendapat penolakan dari PD Pasar. 

"Harusnya PD Pasar memahami kondisi kita saat ini. Ini musibah, jangan ditambah dengan persoalan persoalan lain. Sudah kena bakar, masa membiarkan orang lain mengambil barang dagangan kami," kata Syahrul. 

Para pedagang yang tak menjadi korban kebakaran tak terima dengan blokade tersebut. Mereka meminta agar blokade dibuka agar mereka bisa berdagang. Bentrokan pun tak terelakkan.


Petugas TNI mencoba melerai para pedagang

Aksi adu mulut dan saling dorong antarpedagang membuat suasana tegang. Anggota polisi dan TNI sempat kewalahan dengan aksi ini. Namun, satu jam berselang, para pedagang bisa didamaikan.

Dari hasil kesepakatan, pintu tetap diblokade. Pedagang yang kiosnya tak terbakar, tetap bisa beraktivitas dengan akses terbatas. 


(UWA)