Kejati: Dahlan Iskan Tanda Tangani Penjualan Aset PT BWU

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Selasa, 18 Oct 2016 19:19 WIB
dahlan iskan
Kejati: Dahlan Iskan Tanda Tangani Penjualan Aset PT BWU
Dahlan Iskan berada di dalam kendaraan seusai diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi penjualan aset PT PWU di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, Jatim, Selasa (18/10/2016). Foto: Antara/Umarul Faruq

Metrotvnews.com, Surabaya: Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur memastikan Dahlan Iskan menandatangani penjualan 33 aset PT Panca Wira Usaha (PT PWU).

"Saat ini penyidik masih mendalami proses penjualan aset itu. Adakah kebijakan yang dilanggar?" kata Kasi Penyidikan Kejati Jatim, Dandeni Herdiana, usai pemeriksaan terhadap Dahlan Iskan, di Kantor Kejati Jatim, Kota Surabaya, Selasa (18/10/2016).

Mantan dirut PT PWU itu diperiksa untuk kedua kalinya sebagai saksi dalam kasus penjualan aset PT PWU senilai Rp900 miliar. Di kasus ini baru satu orang yang menjadi tersangka, yakni mantan salah satu manajer PT PWU, Wisnu Wardhana.

Dahlan baru keluar Kejati Jatim pukul 17.30 WIB. Sehari sebelumnya, mantan Dirut PLN itu juga diperiksa. Besok, Kejati kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Menteri BUMN ini.

"Hari ini ada 25 pertanyaan. Kemarin 38 pertanyaan," ujar Dandeni, di Surabaya, Selasa (18/10/2016).

Kasi Penyidikan Dandeni Herdiana mengatakan, dalam pemeriksaan kali ini penyidik sudah masuk ke pokok perkara. Namun, masih sedikit yang dibahas dan masih perlu pendalaman.

Dijelaskan Dandeni, dalam pemeriksaan ini, Dahlan masih diperiksa sebagai saksi atas tersangka Wisnu Wardhana. Di antara yang dikejar penyidik adalah prosedur pelepasan aset PT PWU.

"Pak DI (Dahlan Iskan) mengetahui proses penjualan aset itu. Dan Pak DI juga menandatanganinya. Ada kok di akta jual belinya," kata Dandeni.


Wisnu Wardhana. Foto: Antara/Risyal Hidayat

Dia menambahkan, untuk urusan jual beli aset, sudah pasti melibatkan direktur mulai pengurusan awal hingga proses penjualannya ke pembeli. Namun, dalam proses itu, diduga ada upaya memperkaya sendiri atau orang lain hingga merugikan negara.

"Kita cari tahu ada tidak prosedur dan kebijakan yang disalahi. Kalau ada, yang bersangkutan tahu atau tidak," ujarnya.

Dandeni menyebut, saat aset dilepas, ada persetujuan dari DPRD. Namun, lagi-lagi penyidik belum bisa memastikan apakah persetujuan itu melanggar prosedur atau tidak. 

"Iya, memang ada persetujuan DPRD. Tapi, kami masih teliti surat persetujuan itu melanggar atau tidak," kata Dandeni.

Pada April 2015 Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan mantan salah satu manajer PT PWU Wisnu Wardhana sebagai tersangka penjualan 33 lahan milik PT PWU senilai Rp900 miliar.

PT PWU merupakan BUMD yang bergerak di bidang aset milik Pemprov Jatim. Dahlan menjabat direktur utama selama 10 tahun dari 2000 hingga 2010. Selama kurun 10 tahun itu Imam Utomo menjabat gubernur Jatim sebelum digantikan Soekarwo.

Saat ini Dahlan Iskan dan Imam Utomo masih berstatus sebagai terperiksa.

 


(UWA)