MUI Jatim Tegaskan Massa ke Jakarta untuk Membela Islam

Antara, Amaluddin    •    Kamis, 03 Nov 2016 17:46 WIB
unjuk rasa
MUI Jatim Tegaskan Massa ke Jakarta untuk Membela Islam
Sebuah spanduk bertuliskan Kita Semua Bersaudara dipasang di jembatan penyeberangan orang menjelang aksi demostrasi 4 November, MI - Arya Manggala

Metrotvnews.com, Surabaya: Rombongan warga asal Jawa Timur mulai bergerak ke DKI Jakarta untuk berunjuk rasa terkait pernyataan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dianggap menistakan agama. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim pun menegaskan keberangkatan mereka ke Ibu Kota adalah untuk membela agama Islam.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, K.H. Abdusshomad Buchari alias Kiai Somad, mengatakan keberangkatan rombongan merupakan aksi spontan. Mereka bereaksi menanggapi aksi yang dilakukan Gubernur Ahok saat berbicara beberapa waktu lalu. Dalam pembicaraan itu, Ahok mengutip Alquran Surat Al Maidah ayat 51 saat pidato di depan warga Kepulauan Seribu. 

Ahok berulang kali meminta maaf kepada umat Muslim. Ia mengaku, sama sekali tidak ada niat menghina Islam. 

Baca: Ahok Klarifikasi Dugaan Penistaan Agama

Meski demikian, Kiai Somad mengatakan, penuntasan masalah itu tak cukup hanya meminta maaf. Sebab ucapan Ahok membuat umat Islam tersinggung.


(Massa berkumpul di Masjid Agung Surabaya bersiap berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi 4 November , MTVN - Amaluddin)

"Ini bukan kesalahan biasa, ini ada unsur pidananya. Jadi harus segera diproses tuntas," ujar Kiai Somad di Surabaya, Kamis (3/11/2016).

Menurut Kiai Somad, penindakan terhadap penistaan agama diatur dalam Undang Undang Nomor 1 Tahun 1965 dan KUHP Pasal 166. MUI, katanya, mengedepankan proses penegakan hukum. Namun, MUI tak bisa membendung warga yang berunjuk rasa sebagai reaksi atas ucapan Ahok.

Sementara itu MUI Bogor, Jawa Barat, juga meminta warga tetap menjaga ketertiban dan keamanan saat berunjuk rasa pada Jumat 4 November di Jakarta. "Kami sudah ingatkan, berikan imbauan, kalau mau demo dilaksanakan secara tertib, tidak boleh anarkis, jadikan ini aksi damai," kata Ketua MUI Kota Bogor KH Adam Ibrahim usai rapat di Kantor MUI Bogor.

Adam mengatakan MUI tak mengakomodasi pergerakan warga dari Bogor ke Jakarta. Namun ia meminta organisasi keagamaan melapor ke MUI soal rencana pergerakan massa.

Adam mendapat laporan sekitar 12 ribu orang bergerak dari Bogor. Mereka dimobilisasi 10 organisasi kemasyarakatan menuju Ibu Kota.

"Masing-masing ormas menyediakan bus, ada sekitar 20 bus yang disiapkan ormas berangkat dari Bogor," katanya.


(RRN)