Porter Nyaris Terbawa di Bagasi Pesawat Citilink

   •    Senin, 30 Oct 2017 13:42 WIB
pesawat
Porter Nyaris Terbawa di Bagasi Pesawat Citilink
Ilustrasi Penumpang turun dari pesawat Airbus A320 maskapai Citilink. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang staf porter di Bandara Juanda, Surabaya, nyaris terbawa pesawat Citilink tujuan Bandung Minggu 29 Oktober 2017. Akibatnya, pesawat bernumpang 157 orang itu telat terbang.

Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S. Butarbutar menjelaskan, kronologis porter nyaris terbawa penerbangan QG 824 itu lantaran sebelum berangkat, terdapat lima penumpang yang belum hadir hingga waktu boarding pesawat walau sudah check-in sehingga dilakukan pemeriksaan ulang yang terakhir kali, termasuk keberadaan bagasi penumpang.

Tiga penumpang akhirnya muncul sedangkan dua lainnya tetap tidak hadir. Sesuai regulasi penerbangan, bagasi penumpang tersebut harus diturunkan. Maka itu salah satu porter mencari bagasi penumpang yang bersangkutan yang ternyata letaknya berada jauh di dalam kompartemen.

"Selama proses menurunkan bagasi dua penumpang itu, kondisi pesawat sudah siap untuk 'push back' dan pintu kompartemen bagasi sudah mesti ditutup. Namun poter tersebut ternyata masih di bagian dalam kompartemen bagasi dan saat pintu ditutup pukul 14.48 WIB pesawat sudah siap untuk terbang," kata Benny.

Saat pesawat mulai meninggalkan apron secara perlahan pada pukul 14.49 WIB, tiba-tiba pukul 15.05 WIB kapten pilot mendapat laporan bahwa ada porter yang tertinggal di kompartemen bagasi, seketika pilot memutuskan kembali ke apron guna memastikan keadaan sesuai regulasi dalam penerbangan. 

Setibanya di apron, staf darat kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan seorang porter berada di kompartemen bagasi tersebut dan sesuai aturan segera dibawa ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Juanda dan kantor keamanan bandara. 

"Penerbangan QG 824 dengan 157 penumpang akhirnya kembali dilanjutkan dari Bandara Juanda Surabaya pada pukul 15:17 WIB menuju Bandung setelah mengalami delay 52 menit." kata Benny.

Benny menyayangkan kejadian itu, mengingat seluruh aspek keamanan dan keselamatan penerbangan harus menjalani pemeriksaan yang berulang-ulang guna memastikan penerbangan berjalan sesuai standar yang berlaku. manajemen Citilink Indonesia di Surabaya sudah melaporkan kejadian ini ke pihak oroitas bandara dan pihak terkait lainnya agar kejadian tidak terulang kembali.

"Kami menyesalkan insiden yang terjadi di Bandara Juanda Surabaya kemarin. Karena proses cross check terhadap seluruh penumpang dan bagasi sudah ada standar operasionalnya. Dunia airline itu sangat full regulated, apa saja sudah ada aturannya yang ketat. Kami sudah meminta agar segera dilakukan penyelidikan lebih lanjut sehingga corrective action bisa secepatnya ditetapkan," kata Benny. 



(ALB)