Minim Pendaftar, Jatim Buka Lagi PPDB SMA/K

   •    Kamis, 06 Jul 2017 19:51 WIB
pendidikan
Minim Pendaftar, Jatim Buka Lagi PPDB SMA/K
Foto ilustrasi. (Media Indonesia/Bary Fathahilah)

Metrotvnews.com, Surabaya: Hingga hari terakhir pendaftaran, Kamis, 6 Juli 2017, pergerakan jumlah pendaftar secara daring Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK di Jawa Timur belum signifikan. Pemerintah setempat sepakat membuka kembali pendaftaran pekan depan.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman mengatakan, pembukaan pendaftaran diperlukan untuk menutupi kekurangan pagu. Pendaftaran daring PPDB SMA/K akan dibuka kembali pada Senin, 10 Juli 2017.

"Kami sudah konsultasi dengan Pak Gubernur dan disetujui menggunakan opsi penambahan pagu yang kedua yakni dengan membuka kembali PPDB pada Senin mendatang," tutur Saiful dikutip Antara di Surabaya, Kamis, 6 Juli 2017.

Baca: Sejumlah Sekolah Negeri di Sampang Minim Pendaftar

Saiful menjelaskan, jadwal ini dibuka setelah sekolah membuka proses daftar ulang bagi pendaftar yang telah diterima pada PPDB tahap pertama kemarin.

"Hanya ditambah satu hari dan tetap menggunakan pertarungan nilai Ujian Nasional murni," tutur dia.

Saiful mengatakan, yang membedakan PPDB tahap dua ini tidak lagi menggunakan mekanisme zonasi yang berarti siswa boleh mendaftar ke sekolah mana saja.

"Yang dibuka perpanjangan hanya sekolah yang belum memenuhi pagu saja," ujar Saiful.

Tak bisa dicabut

Sementara terkait hasil PPDB SMA/SMK, Saiful memastikan akan langsung diumumkan hari ini. Para siswa yang telah diterima diimbau untuk segera melakukan daftar ulang mulai hari ini hingga Sabtu 8 Juli 2017.

"Yang sudah diterima tidak bisa ikut pemenuhan pagu. Namanya sudah dikunci secara sistem dan tidak bisa dicabut," kata Saiful.

Saiful menegaskan dalam pelaksanaan daftar ulang sekolah tidak menarik uang sepeser pun. Sebab, segala proses dalam PPDB ini diberikan secara gratis untuk masyarakat.

"Tidak ada biaya pendaftaran dan sekolah juga tidak boleh meminta bayar SPP langsung di awal hari pertama sekolah," tutur dia.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMK Dindik Jatim Hudiyono mengungkapkan, secara umum jumlah peminat SMK sudah cukup tinggi. Hanya saja, sebaran pendaftar terpusat di beberapa jurusan yang dianggap masyarakat lebih menjanjikan peluang kerjanya.

Hudiyono mencontohkan, jumlah pagu SMK total di Surabaya sebanyak 6.153 kursi dan pendaftarnya hingga pukul 18.00 WIB mencapai 6.736 siswa.

Di Sidoarjo, jumlah pagu total SMK tersedia 1.954 kursi dan peminat SMK total 3.925 siswa.

"Di daerah lain juga seperti itu trennya. Pendaftar SMK terpusat di beberapa jurusan favorit," tutur Hudiyono.


(SAN)