Perguruan Tinggi se-Jatim Deklarasi Antiradikalisasi

Antara    •    Kamis, 06 Jul 2017 13:59 WIB
radikalisme
Perguruan Tinggi se-Jatim Deklarasi Antiradikalisasi
Ilustrasi: Menristek Dikti Muhammad Nasir (ketiga kanan) bersama Wakapolri Komjen Syafruddin (dua kanan) berfoto bersama sejumlah Rektor saat Deklarasi Anti Radikalisme di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulsel. (Antara/Abriawan Abhe)

Metrotvnews.com, Surabaya: Seluruh pimpinan perguruan tinggi di Jawa Timur (Jatim) menyerukan Deklarasi Antiradikalisme Perguruan Tinggi. Deklarasi dipimpin oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jatim, Kamis, 6 Juli 2017.

Nasir mengatakan perguruan tinggi punya mereka yang ada di perguruan tinggi menjadi ujung tombak bela negara. Karenanya, seluruh civitas academica tidak cukup hanya menerapak Tri Dharma (pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat).

Menurut dia, tidak cukup hanya menghasilkan sarjana saja, tetapi harus punya kompetensi sesuai bidang ilmu. Selain itu, ia menegaskan perlu pula dikemas agar mereka mempunyai jiwa nasionalisme tinggi dan berperilaku sebagai bangsa yang memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kalau kita hanya berpikir agama dalam mengatur negara rasanya akan seperti negara di Asia Tengah atau Timur Tengah, seperti Pakistan dan Afganistan. Nasionalisme saja tidak cukup karena itu pendekatan religius dan nasionalisme penting," ujar Nasir.

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Mayjen R Gautama Wiranegara menyebut perkembangan radikalisme melalui media sosial cukup cepat. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Amerika Selatan dan Korea Selatan. Tidak hanya dari kalangan ekonomi rendah, yang terdidik bahkan memiliki jenjang pendidikan S2 ada pula yang ikut bergabung dengan ISIS.

"Jika kita lengah, bangsa kita hancur karena radikalisme dan terorisme. Karenanya kita sama-sama hadapi bahaya ini sehingga tidak bisa berkembang di Indonesia," ujar dia.


(SAN)