Lelang Trem Surabaya Dimulai Juli

Amaluddin    •    Rabu, 21 Jun 2017 16:24 WIB
transportasi
Lelang Trem Surabaya Dimulai Juli
Jejak trem di Surabaya. Foto: Antara/Didik Suhartono

Metrotvnews.com, Surabaya: Pemerintah melalui Dirjen Perkeretapian Kementerian Perhubungan menarget pengerjaan angkutan massal cepat berupa trem di Kota Surabaya, Jawa Timur akan selesai sebelum tahun 2020. Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah akan bergerak cepat setelah Lebaran nanti. 

"Beberapa tahapan penyelesaian pengerjaan trem yang akan dibangun dari jalur utara-selatan, siap dikebut," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Imam Sonhaji, di Surabaya, Rabu, 21 Juni 2017.

Agus mengatakan, Pemkot Surabaya bersama Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan juga PT KAI, telah bertemu untuk membahas percepatan pengerjaan trem. Pertemuan itu digelar di Balai Kota seusai kunjungan Direktur Jenderal Perkeretapian Kemenhub, Prasetyo Boeditjahjono, menemui Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini pada 16 Juni lalu.

“Dari pertemuan tersebut, pada Juli nanti akan mulai digelar lelang trem untuk anggaran yang sudah ada. Untuk lelangnya akan dilakukan oleh Kemenhub," kata Agus.

Menurut Agus, proses lelang akan memakan waktu sekitar 1,5 bulan. Berikutnya, pemenang lelang akan melakukan pengecekan lapangan (cek fisik) untuk pengerjaan pemasangan rel. “Lelang paling lama 1,5 bulan. Jadi kemungkinan September sudah bisa pasang rel. Meski enggak seluruhnya, mungkin sekitar 4-5 kilometer dulu,” ujarnya.

Untuk pemasangan rel trem ini, Agus menyampaikan rencananya akan mengoptimalkan median jalan dari mulai titik 11.450 di Jalan Tunjungan sebagai titik awal pengerjaan trem. Menurut Agus, pemasangan rel nantinya tidak akan menganggu arus lalu lintas. “Pak Irvan (Kadishub) nantinya juga akan melakukan pengaturan dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas. Tujuannya agar lalu lintas tidak terganggu,” kata Agus.

Selama menunggu progres lelang, Agus menegaskan Fokus Pemkot adalah menuntaskan pengerjaan fisik. Semisal pelebaran jalan di Simpang Dukuh yang nantinya diplot untuk pengalihan arus lalu lintas, mulai dari arah Jalan Gemblongan-Jalan Genteng Kali menuju Jalan Gubernur Suryo. 

"Fokus Pemkot menuntasan fisik jalannya. Nantinya lebar jalannya akan seperti Jalan Tunjungan," kata mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang ini.


(ALB)