Bank Jatim Mulai Buka Layanan Penukaran Uang Lebaran

Syaikhul Hadi, Agung Widura    •    Rabu, 07 Jun 2017 23:09 WIB
uang baru
Bank Jatim Mulai Buka Layanan Penukaran Uang Lebaran
Petugas mengecek uang lusuh yang ditukarkan ke bank, Metro TV

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Bank Jatim di Sidoarjo menyediakan uang tunai hingga miliaran rupiah untuk penukaran uang kebutuhan Lebaran. Penukaran uang dilakukan tiga kali dalam sepekan.

Senin 5 Juni 2017, merupakan hari pertama penukaran uang di Bank Jatim cabang Sidoarjo. Penukaran uang dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

"Selain Senin, penukaran uang dilakukan pada Selasa dan Kamis," kata Kepala Cabang Bank Jatim Sidoarjo, Hariani, Rabu 7 Juni 2017.

Bank Jatim cabang Sidoarjo, kata Hariani, menyediakan uang kas hingga Rp2 miliar per hari untuk penukaran uang. Selain di Bank Jatim, warga bisa mendapatkan uang baru di beberapa cabang pembantu di Sidoarjo.

Di Sidoarjo, sebanyak delapan cabang pembantu siap melayani penukaran uang. Hariani menyarankan warga mendapatkan uang baru di bank untuk menghindari kemungkinan peredaran uang palsu.

Uang itu disediakan dari Bank Indonesia. Bank juga memiliki alat pendeteksi untuk memastikan keaslian uang.

"Insyaallah kalau masalah itu aman. Kita sudah punya alatnya," tegasnya. 

Untuk penukaran uang baru, masing-masing orang dibatasi satu bandel berisi 100 lembar. Baik pecahan ribuan, lima ribuan, maupun puluhan. Dengan begitu, masyarakat mempunyai kesempatan untuk menukarkan uangnya yang lama menjadi uang baru. 

Sementara itu Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat mengoptimalkan distribusi dan persediaan uang tunai di masa Ramadan hingga Idul Fitri. BI memproyeksikan kebutuhan uang tunai pada Ramadan hingga Idul Fitri 2017 sebesar Rp2,8 triliun.

Kepala Perwakilan BI Kalbar Dwi Suslamanto mengatakan besaran itu naik sebesar 23,9 persen ketimbang tahun lalu. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor.

"Proyeksi kenaikan outflow tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu pembayaran gaji ke 13 bagi PNS/TNI/Polri, pelaksanaan libur Ramadhan yang bertepatan dengan periode liburan sekolah, dan penambahan titik kas keliling dan kas titipan Bank Indonesia pada perbankan di daerah, serta euforia masyarakat terhadap permintaan uang baru tahun emisi 2016", ungkap Dwi Suslamanto.

Sementara itu, untuk transaksi non tunai pada periode yang sama diproyeksikan meningkat sekitar 10% dari sebesar Rp2,93 triliun menjadi Rp3,23 triliun untuk transaksi kliring, dan dari sebesar Rp7,36 triliun menjadi sebesar Rp8,09 triliun untuk transaksi RTGS.

Untuk pemenuhan kebutuhan uang tunai, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat telah menyediakan dana yang didistribusikan baik melalui jaringan Kas Titipan Bank Indonesia yang tersebar di wilayah Sintang, Ketapang, Singkawang dan Putussibau maupun jaringan kantor Bank Umum di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Barat. 

"Upaya ini dimaksud untuk mampu mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang periode Ramadhan dan Idul Fitri baik dari sisi jumlah total maupun jumlah per pecahan", katanya.

Pada tahun ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat juga melakukan penambahan frekuensi serta lokasi kegiatan layanan kas keliling di pasar-pasar dan tempat keramaian masyarakat lainnya.

"Khusus di Kota Pontianak, Bank Indonesia perwakilan Kalbar akan ada 10 tempat untuk melayani penukaran uang pecahan kecil selama bulan Ramadhan hingga jelang hari raya idul fitri", ungkap Dwi.

Nantinya penukaran uang akan dimulai dari tanggal 12 juni hingga 23 juni dan batasan penukaran maksimal 2 pack/ 200 lembar per denominasi.


(RRN)