Warga Pesisir di Jatim Diminta Waspada Tsunami

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 27 Dec 2018 17:44 WIB
tsunami
Warga Pesisir di Jatim Diminta Waspada Tsunami
Ilustrasi kawasan pesisir, Medcom.id - M Rizal

Surabaya: Gelombang tsunami berpotensi menerjang pesisir selatan Jawa Timur. Namun, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jatim Satriyo Nurseno mengaku tak pernah mendapat informasi mengenai sejarah tsunami di provinsi tersebut.

"Setahu saya, selama BPBD Jatim berdiri pada 2009, sampai sekarang belum ada kejadian tsunami," ujar Satriyo kepada Medcom.id, Kamis, 27 Desember 2018.

Meski demikian, lanjut Satriyo, tak ada salahnya warga Jatim, khususnya di pesisir, untuk berhati-hati. Utamanya, warga yang bermukim di pantai Pacitan hingga Banyuwangi. 

Satriyo mengaku tak dapat menyebut tingkat kerawanan gempa dan tsunami di pantai selatan. Waktu kedatangan bencana pun tak dapat diprediksi,

Tapi, ujarnya, tanda-tandanya dapat diketahui. Sehingga warga dapat lebih waspada dan siap siaga.

Beberapa kabupaten di daerah pesisir, lanjut Satriyo, memiiki alat peringatan dini bencana atau early warning system (EWS). Alat itu milik BMKG dan BNPB, bukan pemerintah daerah.

"Cuma alat yang mengukur tingginya air permukaan laut masih belum maksimal, perlu perbaikan. Kami berupaya koordinasi dengan BMKG, BNPB dan BPBD untuk memaksimalkan EWS yang ada di jawa timur," ungkap Satriyo. 

EWS merupakan alat pendeteksi dini gempa dan tsunami yang ada dilaut. Saat ada tanda bunyi (sirine) warga bisa langsung dievakuasi. 

Alat tersebut juga terhubung dengan server BMKG dan BNPB. Ketika air laut mengalami meninggi, alat itu menyampaikan informasi itu ke pusat untuk disebarkan.


(RRN)