KPK Selidiki Aliran Dana Suap di Kabupaten Malang

Daviq Umar Al Faruq    •    Selasa, 27 Nov 2018 19:29 WIB
kasus korupsi
KPK Selidiki Aliran Dana Suap di Kabupaten Malang
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: MI

Malang: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah menyelidiki aliran dana dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Malang 2011. Sejumlah saksi diperiksa di Polres Malang Kota, Selasa, 27 Desember 2018.

Salah satu saksi yang diperiksa yakni Zaini Ilyas, pemilik CV Sawunggaling yang merupakan pemenang tender DAK Pendidikan Kabupaten Malang tahun 2011 dengan nilai sebesar Rp 8,8 miliar. Di mengaku diperiksa KPK terkait kasus suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pedidikan

"Ini pemeriksaan saya yang ketiga. Saya ditanyain soal aliran dana. Hanya itu saja. Saya sebagai saksi. Pertanyaannya tadi cuma soal aliran dana DAK tahun 2011, tidak ada yang lain," katanya usai pemeriksaan.

Kasus ini telah menjerat Bupati Malang Rendra Kresna (RK) dan pengusaha Ali Murtopo (AM). Dia mengaku CV miliknya dipinjam oleh Ali Murtopo saat memenangkan tender.

"Setelah menang tender, lalu uangnya cair. Setelah cair ya saya transfer ke Ali semuanya, yaudah gitu aja. Nilainya Rp8,8 miliar. Setelah itu saya nggak tau dana itu dialirkan kemana," bebernya.

KPK memeriksa 15 saksi hari ini. Sebelas di antaranya berasal dari pihak swasta atau rekanan Pemkab Malang.

Baca: KPK Sita Dokumen dan Geledah Rumah Pejabat

KPK menetapkan Bupati Malang Rendra Kresna (RK) sebagai tersangka pada Kamis 11 Oktober 2018. Orang nomor satu di Kabupaten Malang ini ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi dan suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pedidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

KPK juga menetapkan pengusaha Ali Murtopo (AM), sebagai tersangka. Tersangka Rendra diduga menerima suap dari tersangka Ali sekitar Rp3,45 miliar terkait proyek di Dinas Pendidikan Pemkab Malang sejak 2010 hingga 2013.

Salah satunya proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD dan SMP. Sedangkan, pada kasus penerimaan gratifikasi, KPK menetapkan Rendra sebagai tersangka karena menerika hadiah dari Eryk Armando Talla (EAT).

Rendra dan Eryk diduga menyalahgunakan wewenang dan jabatan untuk menerima gratifikasi yang dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya setidak-tidaknya sampai saat ini sekitar Rp3,55 miliar.

Baca: KPK Menyelisik Asal Usul Harta Bupati Malang
 


(SUR)