Fokus Kemenag di Era Globalisasi dan Teknologi

Amaluddin    •    Senin, 26 Nov 2018 09:17 WIB
teknologitoleransi beragama
Fokus Kemenag di Era Globalisasi dan Teknologi
enteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin, pada puncak peringatan Hari Guru dan Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Berprestasi 2018, di Dyandra Convention Hall, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Minggu malam, 25 November 2018. (Medcom.id/Am

Surabaya: Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin, menyatakan ada dua hal yang menjadi fokus Kementerian Agama (Kemenag) saat ini. Pertama adalah menjaga moderasi Islam di Indonesia.

"Moderasi Islam yang fokusnya menjaga agar pemahaman dan pengamalan keagamaan di Indonesia tetap moderat, jauh dari ekstrimisme," kata Lukman, saat di Surabaya, Minggu malam, 25 November 2018.

Tak hanya Islam, Lukman menyerukan kepada semua umat beragama di Indonesia tidak moderat dalam memahami keagamaan. "Karena agama itu sendiri tentunya sudah moderat. Tetapi cara kita memahami agama boleh jadi terjebak pada perilaku berlebihan," katanya.

Hal kedua yang menjadi fokus Kemenag, yakni menjaga agar pemahaman beragama pada hakekatnya adalah ber-Indonesia. Karena bernegara pada dasarnya merupakan pengamalan beragama yang diyakini.

"Saya ingin menegaskan kepada para pendidik kita, agar menyadari tantangan globalisasi, menyikapinya dengan benar dengan menjaga jati diri kebangsaan dan keislaman," katanya.

Agama, kata Lukman, tidak bisa diajarkan dengan rasa benci terhadap agama, tidak bisa disebarkan dengan murka dengan amarah yang bertolak belakang dengan esensi agama itu sendiri. Karena akibatnya adalah mewujudkan kedamaian kasih sayang keselamatan bagi sesama.

"Saya pikir semua kitab harus kembali menyadari tentang esensi jati diri kita, bahwa kita ini bersaudara," ujarnya.



(ALB)