Korban Tewas Miras Oplosan di Surabaya jadi 7 Orang

Amaluddin    •    Rabu, 25 Apr 2018 15:42 WIB
miras oplosan
Korban Tewas Miras Oplosan di Surabaya jadi 7 Orang
Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya memusnahkan sebanyak 21 ribu botol minuman keras oplosan dan ilegal, Rabu, 25 April 2018. Miras tersebut merupakan hasil tangkapan selama 10 hari terakhir yang telah mengakibatkan sedikitnya 10 ko

Surabaya: Sebanyak 18 orang diduga korban akibat minuman keras (miras) oplosan di Surabaya tengah menjalani perawatan di RSUD dr Soetomo, Surabaya. Dari jumlah itu, sebanyak tujuh orang meninggal.

"Sesuai dengan kedatangannya, kita duga mereka keracunan miras," kata Kepala Humas RSU dr Soetomo, dr. Pesta, dikonfirmasi, Rabu, 25 April 2018.

Kata Pesta, pasien yang meninggal tidak sempat dirawat intensif karena mengalami kegagalan nafas. "Selain mengalami kegagalan nafas, juga mengalami metabolik yang hebat akibat racun yang diminum isi dari minuman oplosan itu," katanya.

Baca: Peracik Miras di Surabaya Ditangkap

Sementara itu, Kepala Ruangan Penyakit Dalam RSU dr Soetomo dr Poernomo Boedi mengatakan bahwa pasien-pasien yang datang di RSU dr Soetomo dengan kondisi yang berbeda-beda. Ada yang mengalami gejala umum yang sering dirasakan pasien seperti sesak nafas, mata kabur dan kejang-kejang.

Baca: 4 Orang Tewas di Surabaya Akibat Miras

Selain itu, pasien juga ditengarai adanya riwayat minum minuman keras yang diracik sendiri. Sehingga mereka keracunan miras oplosan yang umumnya berbahan. "Akibat bahan tersebut (methanol) dikonsumsi seseorang akan menimbulkan sesak nafas. Karena akan mengalami gangguan keseimbangan asam basa di dalam tubuhnya," katanya.

Ketujuh pasien yang meninggal adalah;
P (51) warga Pacarkeling Surabaya 
G (22) warga Kejawan Keputih, Surabaya
SU (52) warga Rangkah Surabaya
R (21) warga Ploso
S (49) warga Pacarkeling Surabaya
WH (40) warga Pacarkeling Surabaya
G (52) warga Bronggalan Surabaya.



(ALB)