Polisi Periksa 22 Saksi Kasus Kematian Wakapolda Sumut

Daviq Umar Al Faruq    •    Jumat, 06 Apr 2018 17:15 WIB
penemuan mayat
Polisi Periksa 22 Saksi Kasus Kematian Wakapolda Sumut
ilustrasi Medcom.id

Malang: Kepolisian masih belum bisa mengungkap penyebab kematian mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol (Purn) Agus Samad di Kota Malang, Jawa Timur. Kasus ini pun seakan timbul tenggelam selama satu bulan lebih.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha mengatakan telah menelusuri kasus ini dengan memintai keterangan sejumlah orang terdekat korban. 

"Hingga saat ini ada 22 saksi yang telah kami periksa. Saksi berasal dari Blitar, Banyuwangi, dan Bali," kata Agung usai menghadiri peresmian Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya (UB), Jumat, 6 April 2018.

Agung mengaku masih berupaya untuk mengungkap kasus ini. Namun hingga saat ini penyebab kematian purnawirawan polisi tersebut tak kunjung menemui titik terang.

"Proses penyelidikan masih belum menemukan alat bukti yang mendukung. Masih akan terus dioptimalkan," beber Agung.

Untuk memecahkan kasus ini, polisi menurunkan tim gabungan yang terdiri dari Polres Malang Kota, Polda Jatim, hingga Mabes Polri.

"Ada beberapa barang bukti yang masih dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh tim Mabes Polri. Pada gilirannya akan kita simpulkan sebenarnya peristiwa itu seperti apa," jelas Agung.

Soal penetapan tersangka dalam kasus ini, Agung mengaku kepolisian masih belum memiliki pandangan. "Nggak ada target, tersangka belum disimpulkan kok."

Agus Samad ditemukan tewas di rumahnya Perumahan Bukit Dieng Permai blok MB-9 RT 09 RW 05 Kelurahan Pisang Sandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu, 24 Februari 2018.

Mayat Agus ditemukan oleh sejumlah warga di halaman belakang rumahnya sekitar pukul 08.00 dengan kondisi terikat tali rafia pada kedua kakinya. Pada tubuh korban terdapat juga beberapa luka sayatan di tangan kanan dan kiri korban serta luka lecet di paha belakang korban.

Dari olah TKP, polisi menemukan bercak darah di ruang makan yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi penemuan mayat. Selain itu, ditemukan pula sejumlah barang bukti yakni silet dengan bercak darah, baygon, dan sejumlah cairan misterius.



(ALB)