Akseliterasi, Kata Kunci Risma Tingkatkan Budaya Baca Arek Suroboyo

Amaluddin    •    Rabu, 24 Aug 2016 21:12 WIB
minat baca
Akseliterasi, Kata Kunci Risma Tingkatkan Budaya Baca Arek Suroboyo
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meluncurkan program Surabaya Akseliterasi di Graha Sawunggaling, Pemkot Surabaya, Rabu, 24 Agustus 2016. Foto: Metrotvnews.com/Amal

Metrotvnews.com, Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meluncurkan program Surabaya Akseliterasi (gabungan kata akselerasi dan literasi) di Graha Sawunggaling, Pemkot Surabaya, Rabu, 24 Agustus 2016. Tujuannya untuk mempercepat kemampuan membaca masyarakat, khususnya anak-anak di Surabaya.

Perempuan yang akrab disapa Risma itu mengatakan kemajuan teknologi saat ini tidak bisa ditolak. Adanya ponsel pintar dan sosial media menjadi kawan dekat anak-anak. Namun, keberadaan teknologi itu belum diimbangi dengan budaya literasi.

"Seharusnya, anak-anak lebih dulu dikenalkan budaya membaca. Baru kemudian bersentuhan dengan teknologi. Yang terjadi sekarang, anak-anak sejak usia dini sudah mengenal teknologi. Karena itulah, saya terus mendorong Badan Perpustakan dan Kearsipan untuk terus menggalakkan budaya baca di masyarakat. Utamanya pada anak-anak," kata Risma, di sela-sel peluncuran Surabaya Akseliterasi.

Menurut Risma, kebiasaan membaca membawa pengaruh positif dalam membentuk karakter anak. Dengan membaca, kata dia, anak-anak akan terlatih berimajinasi. Misalnya, ketika anak membaca kalimat di buku yang berbunyi “burung bersuara merdu’. Maka, anak-anak akan membayangkan seberapa merdu suara burung itu. Sementara bila melihat dari ponsel, anak-anak akan langsung bisa melihat/mendengar.

"Dengan membaca buku dan berimajinasi, mereka akan bisa berpikir kreatif. Ini yang penting. Makanya kita terus membangun sumber daya manusia yang bisa survive di kondisi apapun," katanya.

Wali kota peraih penghargaan Ideal Mother dari Universitas Kairo ini menyebut, Pemkot Surabaya sangat mendukung hidupnya budaya literasi di Kota Pahlawan. Parameternya, ia melanjutkan, kini sudah ada lebih dari 1.000 perpustakaan/taman bacaan di Surabaya yang tersebar di kampung-kampung, sekolah, taman kota, pondok pesantren, maupun mobil keliling. 

“Budaya literasi di Surabaya sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Sekarang kita tingkatkan lagi volumenya. Kita sudah lebih baik dibanding kota lain," kata Risma.

Kepala Badan Kearsipan dan Perpustakaan (Baperpus) Kota Surabaya, Arini Pakistyaningsih, mengatakan program Surabaya Akseliterasi ini meliputi empat kegiatan. Yakni, lomba kampung literasi, lomba orang tua peduli pendidikan anak, lomba pustakawan berprestasi, dan fasilitator literasi.

Arini menjelaskan, untuk kampung literasi, akan dilihat kampung mana yang memiliki tempat belajar yang menyenangkan dan menfasilitasi anak-anak untuk belajar. 

Adapun lomba orang tua peduli pendidikan anak bertujuan untuk mengajak orang tua peduli pada anak-anak karena pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru.

"Nanti ada kriterianya. Semisal anak-anaknya berhasil dan menjadi manusia seutuhnya yang cerdas, terampil, punya jiwa sosial, dan spiritualnya bagus. Semua kegiatan ini untuk memotivasi masyarakat agar lebih mencintai literasi," kata Arini.



(UWA)