KBIH yang Berangkatkan Calon Haji Melalui Filipina Diamuk Keluarga Korban

Amaluddin    •    Kamis, 25 Aug 2016 21:24 WIB
haji 2016
KBIH yang Berangkatkan Calon Haji Melalui Filipina Diamuk Keluarga Korban
Ketua KBIH Arofah, Nurul Huda (baju putih), di kantornya di Jalan Dr. Soetomo, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (25/8/2016). Foto: Metrotvnews.com/Amal

Metrotvnews.com, Pasuruan: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf didampingi Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, bersama keluarga korban jamaah haji via Filipina, menemui Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arofah, Nurul Huda, di kantornya di Jalan Dr Soetomo, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis, 25 Agustus 2016. Sontak, keluarga korban langsung memaki-maki Nurul Huda.

Saiful Anam, salah satu keluarga korban haji via Filipina, marah saat bertemu dengan Nurul Huda. Saiful menyebut pemilik KBIH Arofah tidak bertanggung jawab atas keberangkatan calon haji melalui Filipina. 

"Kalau memang kamu ada itikad baik, harusnya kamu selaku pimpinan KBIH Arofah datang baik-baik menemui keluarga kami, menjelaskan baik-baik. Tapi kamu malah menghilang selama seminggu," kata Saiful, sambil menudingkan telunjuknya ke wajah Nurul Huda.

Pemilik KBIH itu hanya tertunduk diam dan meminta maaf. Saiful pun kembali meminta kejelasan Nurul terkait nasib keluarganya yang kini ditahan di Filipina. "Ini musibah, kami kecelakaan, dan kami minta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga," jawab Nurul Huda.

Saiful mengaku kecewa karena keluarga korban tidak mengetahui langsung dari KBIH yang dipercaya memberangkatkan haji Sumiati (70) ibunya. Keluarga, kata Saiful, justru mengetahui dari pemberitaan di televisi. 

"Secara etika Anda salah. Anda seperti tidak punya itikad baik. Seminggu saya datang ke sini, tapi kantornya selalu tutup," kata Saiful. 

Melalui KBIH tersebut, Saiful mengaku sudah membayar tunai keberangkatan haji ibunya Rp150 juta. Keluarganya memang bersepakat memberangkatkan Sumiati tahun ini setelah ada tawaran haji dari KBIH Arofah meskipun dengan harga yang relatif mahal. 

"Jika mengikuti haji reguler, antrenya belasan tahun. Rasanya tidak mungkin karena ibu saya sudah 70 tahun," katanya.

Saiful meminta Nurul segera memulangkan ibunya. "Kalau ada apa-apa dengan ibu saya, Anda yang akan saya tuntut pertama kali," kata Saiful.

Jumlah calon haji asal Jawa Timur yang berangkat dari Filipina sebanyak 14 orang. Sebanyak 12 di antaranya berasal dari Kabupaten Pasuruan dan dua dari Sidoarjo. 

Mereka adalah bagian dari 177 calon haji yang ditahan Imigrasi Filipina saat hendak ke Arab Saudi pada Jumat, 19 Agustus 2016. Petugas Imigrasi curiga karena, sebagai pemilik paspor Filipina, mereka tak menguasai bahasa Tagalog (bahasa Filipina).



(UWA)