Di Sungai Brantas, Warga Biasa Mencuci Daging dan Jeroan Hewan Kurban

Nurul Hidayat    •    Rabu, 14 Sep 2016 09:35 WIB
korban tenggelam
Di Sungai Brantas, Warga Biasa Mencuci Daging dan Jeroan Hewan Kurban
Sebuah bendungan di Sngai Brantas, Ant - Syaiful Arif

Metrotvnews.com, Jombang: Mencuci daging dan jeroan hewan kurban di aliran Sungai Brantas merupakan hal yang biasa bagi warga Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur. Begitu pula dengan tiga santri yang mencuci jeroan hewan kurban di Sungai Brantas pada Senin 12 September.

Ketiga santri yaitu Ardi (19), Burhan (19), dan Adi Tri (18). Mereka merupakan santri sebuah pondok pesantren di Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben.

Usai penyembelihan, ketiganya membawa satu gerobak berisi jeroan menuju pinggir sungai. Jeroan itu berasal dari dua sapi dan 12 ekor kambing. Rencananya, sebagian jeroan yang sudah bersih akan dibagikan kepada warga. Sebagian lagi, untuk dikonsumsi para santri.

Baca: Cuci Daging Kurban, Tiga Santri Tenggelam di Sungai Brantas


(Relawan mencari tiga santri hanyut di Sungai Brantas, Jombang, MTVN - Nurul Hidayat)

Saat asyik mencuci, Burhan terpeleset. Dua temannya panik. Mereka berusaha membantu Burhan. Nahas, bukannya membantu, ketiganya malah terseret arus sungai. Mereka berusaha menyelematkan diri. Namun upaya itu gagal. Mereka tenggelam.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera membantu dan melapor ke polisi. Warga beserta relawan mencari korban. 

Proses pencarian pada Senin 12 September tak membuahkan hasil. Pencarian dilanjutkan esok hari.

Selasa siang 13 September, tepatnya pukul 13.00 WIB, relawan menemukan Ardi. Berturut-turut, relawan menemukan Burhan dan Adi. Ketiganya dalam kondisi meninggal.

"Mereka ditemukan tak jauh dari lokasi tenggelam. Sekitar 50 meter," kata Kapolsek Kesamben, AKP Yudiono, di lokasi penemuan jenazah.

Setelah ditemukan, kata Yudiono, relawan membawa ketiga jenazah ke Puskesmas Kecamatan Kesamben untuk otopsi. Kemudian, jenazah diserahkan kepada keluarga.


(Relawan susuri Sungai Brantas untuk mencari santri hanyut saat mencuci daging kurban di Jombang, MTVN - Nurul Hidayat)

Sungai Brantas tak lepas dari kegiatan warga di sekitarnya. Dari pantauan Metrotvnews.com, warga sudah terbiasa mencuci di sungai. Termasuk, mencuci daging kurban di Sungai Brantas.

"Setiap hari raya Idul Adha, warga sudah biasa mencuci jeroan di sungai itu," kata Miftakhul, warga Kecamatan Kesamben. 

Miftakhul mengakui perrmukaan arus Sungai Brantas tampak tenang. Namun arus deras terjadi di bawah permukaan sungai. Hal itu yang membuat warga selalu berhati-hati saat beraktivitas di Sungai Brantas.

Sungai Brantas merupakan sungai terpanjang kedua di Jawa Timur. Sungai mengalir dari Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, hingga Mojokerto.

Panjang sungai utama 320 Km mengalir melingkari sebuah gunung berapi yang masih aktif yaitu Gunung Kelud. Namun di Kabupaten Mojokerto, sungai bercabang menjadi Kali Mas mengalir menuju Surabaya dan Kali Porong ke Sidoarjo.


(RRN)