Polisi Tangkap Pemilik Panti Pijat di Surabaya

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Rabu, 14 Sep 2016 15:39 WIB
prostitusi
Polisi Tangkap Pemilik Panti Pijat di Surabaya
Sumarni, 57, pemilik panti pijat di Jalan gunungsari, Kota Surabaya, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka (Foto: MTVN/MK Rosyid)

Metrotvnews.com, Surabaya: Panti pijat di Jalan gunungsari, Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi sasaran razia Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, Selasa 13 September. Petugas menangkap pemilik panti pijat, Sumarni, 57,  lantaran diduga menyediakan tempat prostitusi. 

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Bayu Indra Wigono mengatakan, penggerebekan itu dilakukan menyusul laporan dari masyarakat. Polisi sempat menyelidiki sebelum menggerebek.

"Baru kami melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan barang bukti uang Rp230 ribu, daftar buku tamu, dan sebuah handuk," kata Komisaris Polisi Bayu Indra Wigono di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/9/2016).

Sumarni ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga melanggar Pasal 296 dan atau Pasal 506 KUHP. Ia diduga memfasilitasi aksi prostitusi di tempat usahanya.

Tersangka mengaku telah mendirikan panti pijat itu sejak 21 tahun lalu. Namun, ia mengaku baru merekrut karyawan yang ia sebut terapis sejak tiga tahun terakhir.

"Tersangka memiliki empat karyawan terapis," ujar dia.

Tarif pijat yang dikenakan pada pelanggan sebesar Rp90 ribu. Setiap terapis hanya menerima 10 persen atau Rp9 ribu per pelanggan. Sisanya Rp81 ribu masuk ke kantong pemilik panti.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polreatabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, para terapis terpaksa melayani pelanggan lebih dari biasanya untuk menambah penghasilan. Alasannya, penghasilan dari terapi biasa sangat kecil.

"Panti pijat ini sangat sepi. Seringkali para terapis ini sehari hanya melayani satu pelanggan. Artinya hanya dapat Rp9 ribu per hari. Makanya, terapis cari tambahan penghasilan dari layanan plus-plus," kata AKP Ruth Yeni.


(TTD)