Polisi Sidoarjo Sweeping Jalur Darat dan Udara

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 18 Apr 2017 17:49 WIB
pilgub dki 2017
Polisi Sidoarjo <i>Sweeping</i> Jalur Darat dan Udara
Petugas memeriksa penumpang bus tujuan Jakarta di Terminal Purabaya, Sidoarjo, Jatim, Selasa, 18 April 2017. (Metrotvnews.com/Syaikhul Hadi)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Sekitar 100 petugas gabungan dari Polresta Sidoarjo, Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan Garnisun melakukan razia penumpang tujuan Jakarta. Razia digelar di Terminal Purabaya dan Bandara Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 18 April 2017. 

"Sweeping ini dilakukan untuk mencegah pergerakan massa yang hendak ke Jakarta," kata Wakapolresta Sidoarjo, AKBP Indra Mardiana yang memimpin razia di Terminal Purbaya.

Dalam razia, petugas memeriksa identitas semua penumpang tujuan Jakarta. Petugas juga menanyakan tujuan penumpang pergi ke Jakarta.

Namun, hingga pemeriksaan dilakukan, petugas tak menemukan satu pun penumpang yang hendak berangkat ke Jakarta dengan tujuan tamasya Al-Maidah. 

Razia ini, kata Indra, untuk memastikan warga luar Jakarta membuat persoalan pada gelaran Pilgub Ibu Kota Negara. "Biarkan warga DKI melaksanakan proses pemilihan dengan aman dan tenteram. Warga luar DKI harus menghormati proses itu," kata dia.

Tak hanya jalur darat, kepolisian juga akan mengintensifkan penjagaan di Bandara Juanda Surabaya hingga besok. "Upaya ini untuk menciptakan suasana kondusif," tandasnya. 

Sebelumnya, beredar selebaran yang mengajak warga luar Jakarta mengikuti Tamasya Al-Maidah. Tujuannya, mengawasi proses pemilihan Pilkada DKI yang digelar pada 19 April.
 
Dalam poster tersebut dijelaskan, program Tamasya Al Maidah adalah aksi bela Islam. Panitia acara mengajak umat Islam di luar Jakarta mendatangi TPS-TPS di Ibu Kota.

Polda Metro Jaya bersama KPU DKI dan Bawaslu DKI mengeluarkan maklumat bersama. Isinya, larangan mobilisasi massa pada hari pemungutan suara putaran dua Pilkada DKI Jakarta. Warga yang nekat datang bakal dipulangkan.


(SAN)